Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak
MOSKOW, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menyebut serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela disertai dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro tidak ada hubungannya dengan operasi anti-narkoba, melainkan bermotif minyak.
Menurut mantan Presiden Rusia yang juga sekutu dekat Vladimir Putin itu, AS ingin menguasai minyak Venezuela yang cadangannya sangat melimpah.
"Tim (Presiden AS Donald) Trump keras dan sinis dalam memajukan kepentingan negaranya. Penggulingan Maduro tidak ada hubungannya dengan narkoba, hanya minyak, dan mereka secara terbuka mengakui ini," kata Medvedev, dalam pernyataannya di media sosial X, dikutip Senin (5/1/2026).
Dia meragukan Trump akan mampu mengambil alih pemerintahan Venezuela dari jauh dalam kondisi seperti ini.
Dalam pernyataan terpisah, Medvedev mengatakan operasi militer AS di Venezuela membuktikan bahwa setiap negara harus memperkuat kemampuan militernya. Alasannya serangan ini bisa saja terjadi ke negara lainnya, terutama yang bermusuhan dengan AS.
“Operasi di Karakas menjadi bukti terbaik, setiap negara harus memperkuat angkatan bersenjata semaksimal mungkin, tidak membiarkan para penjahat kaya dengan mudah mengubah tatanan konstitusional demi minyak atau hal lain," tuturnya.