Produsen Gerbong Kereta Swiss Akan Bangun Kantor Cabang di Indonesia

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 22:55 WIB
Produsen Gerbong Kereta Swiss Akan Bangun Kantor Cabang di Indonesia

Produsen gerbong kereta api kelas dunia asal Swiss, Stadler Rail, akan segera membangun kantor cabang Asia dan Oseania di Indonesia. (Foto: Stadler Rail)

JAKARTA, iNews.id - Produsen gerbong kereta api kelas dunia asal Swiss, Stadler Rail, akan segera membangun kantor cabang Asia dan Oseania di Indonesia. Ini sebagai tindak lanjut dari kerja sama antara BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT INKA dengan Stadler. 

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, langkah tersebut merupakan wujud nyata BUMN go global. Di mana PT KAI bisa berperan di kancah internasional. 

"Kita bersepakat dengan Stadler, dengan partnership dengan grup Kereta Api Indonesia yang di bawahnya tentu ada PT Kereta Api dan PT INKA, bersama-sama kita membangun pabrik dan sudah akan selesai," ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).

Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan bagaimana Indonesia bisa men-supply gerbong kereta api tingkat dunia. Stadler memastikan akan membuat kantor pusat untuk regional Asia dan Oseania, tempatnya di Indonesia.

"Karena itu kita sangat mengapresiasi kepercayaan internasional terhadap Indonesia, dan kita memastikan akan banyak perusahan BUMN yang berkulitas global dan regional (turut terlibat)," katanya. 

Sebagai informasi, kerja sama antara PT INKA (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan Perusahaan produsen kereta api Swiss Stadler Rail dilakukan pada 2019. 

Tiga perusahaan ini membentuk perusahaan patungan untuk membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Executive Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro dan disaksikan Duta Besar RI Muliaman D Hadad.

Untuk tahap pertama, total nilai investasi mencapai 100 juta dolar AS untuk memproduksi 125 gerbong pertahun yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 gerbang per tahun.

Editor : Dani Dahwilani