Promo Harga Pertalite Rp6.450, Pertamina Sebut Diskon Akan Turun hingga Normal

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Promo Harga Pertalite Rp6.450, Pertamina Sebut Diskon Akan Turun hingga Normal

PT Pertamina (Persero) gencar mempromosikan diskon harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah wilayah di Indonesia. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) gencar mempromosikan diskon harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah wilayah di Indonesia. Melalui program diskon harga ini, perusahaan pelat merah tersebut memberikan diskon pertalite senilai Rp1.200 per liter. 

CEO Commercial dan Trading Subholding Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, diskon harga itu pernah dilakukan Pertamina di daerah Tangerang Selatan (Tangsel). Penurunan harga pertalite sebesar Rp1.200 per liter menjadi Rp6.450 per liter dari semula Rp7.650 per liter. 

Dalam pelaksanaannya, program diskon pertalite dilakukan per dua bulan sekali. Pada dua bulan pertama Pertamina memberikan diskon sebesar Rp1.200 per liter, kemudian dua bulan kedua harga diskon menjadi Rp800. Selanjutnya, dua bulan berikutnya harga diskon akan terus menurun. 

"Diskon per dua bulan, diskonnya kita turunkan, jadi dua bulan pertama diskonnya Rp1.200, nanti dua bulan kedua turun jadi Rp8.000 dan seterusnya," ujar Mas'ud usai melakukan RDP bersama BAKN DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Dia mengatakan, Pertamina telah mendiskon pertalite senilai Rp800 per liter di Kota Denpasar yang dimulai sejak Selasa kemarin. Untuk di Tangsel sendiri, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) III, memberikan promo harga murah dengan membanderol harga pertalite per liter senilai Rp6.450. 

Promo ini berlaku di 38 SPBU di wilayah Tangerang Selatan untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi pelat kuning. Mas'ud menjelaskan, program ini merupakan bagian dari edukasi dan marketing produk yang dilakukan perseroan plat merah di tengah pandemi Covid-19. 

Tujuannya, agar pengguna premium yang memiliki potensi daya beli besar dapat beralih menggunakan pertalite. 

"Ini edukasi murni marketing, seseorang punya daya beli yang seharusnya dia kuat membeli produk yang lebih bagus, tetapi karena belum punya pengalaman merasakan BBM bagus kita kasih uji coba," kata dia. 

Editor : Ranto Rajagukguk