Promosikan Bonus Demografi Indonesia, Menperin Tawarkan Pengusaha Jepang Garap Industri Otomotif

Iqbal Dwi Purnama ยท Senin, 27 Juni 2022 - 18:33:00 WIB
 Promosikan Bonus Demografi Indonesia, Menperin Tawarkan Pengusaha Jepang Garap Industri Otomotif
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Istimewa0

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menawarkan pengusaha Jepang menggarap industri otomotif Indonesia, termasuk kendaraan listrik yang ramah lingkungan. 

Menurut dia, dengan populasi Indonesia yang mencapai 270 juta penduduk, namun rasio kepemilikan kendaraan khususnya roda 4 masih rendah, membuka peluang yang besar bagi investor untuk menggarap sektor otomotif.

Menperin bahkan mengatakan bahwa dengan bonus demografi yang ada membuat Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030.

"Ini memiliki relevansi yang tinggi, ketika kita bicara Indonesia terbesar di dunia, maka GDP Indonesia akan melompat lebih jauh dan lebih tinggi. Selain itu akan tercipta calon pembeli kendaraan yang jauh lebih banyak dari negara-negara tetangga kita," ujar Agus Gumiwang, dalam acara Autoparts Business Forum Indonesia-Jepang, Senin (27/6/2022).

Menperin menjelaskan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk menggarap sektor manufaktur di Indonesia. Dengan rasio kepemilikan kendaraan yang rendah di Indonesia menunjukkan potensi luar biasa bagi Industri otomotif.

"Kualitas dari produk-produk yang dihasilkan oleh IKM (Industri kecil menengah) sektor otomotif Indonesia tidak perlu lagi kita ragukan," kata Menperin kepada para pengusaha otomotif Jepang.

Sama seperti sebelumnya pemerintah kerap menawarkan bonus demografi Indonesia yang ada saat ini kepada para pengusaha luar negeri. Jumlah penduduk yang banyak dengan rentan usia produktif menjadi modal utama Indonesia untuk berangkat menjadi negara maju.

Disamping itu kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia saat ini juga menjadi barang jualan yang kerap ditawarkan kepada investor untuk menggarap potensi yang ada.

"Kami percaya Indonesia punya nilai strategis yang tidak dimiliki negara lain, yaitu nikel yang sangat banyak sebagai bahan baku baterai mobil listrik," pungkasnya.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda