Pulihkan Penerbangan, Japan Airlines Akan Luncurkan Maskapai Biaya Rendah

Djairan ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:04 WIB
Pulihkan Penerbangan, Japan Airlines Akan Luncurkan Maskapai Biaya Rendah

Japan Airlines. (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Maskapai penerbangan internasional berbendera Jepang, Japan Airlines berencana membuat jaringan maskapai berbiaya rendah baru di tengah pandemi Covid-19. Keinginan itu datang di saat perjalanan bisnis maskapai tak luput dari dampak krisis akibat corona, di mana semua maskapai di dunia juga merasakan hal serupa.

Saat ini terdapat tiga maskapai penerbangan regional bertarif rendah di Jepang, seperti Jetstar Japan yang beroperasi dengan Qantas Airlines, Spring Airlines Japan yang merupakan perusahaan patungan dengan Spring Airlines milik China, dan unit ZIPAIR yang dimiliki sepenuhnya oleh Japan Airlines.

Presiden Japan Airlines Yuji Akasaka mengatakan pembuatan jaringan maskapai berbiaya rendah akan memanfaatkan peluang pada tiga operator tersebut, dengan fokus pada perjalanan wisata. Namun, dia belum memerinci apakah Japan Airlines akan menggabungkan operasi melalui akuisisi atau dengan praktik bisnis lainnya.

“Penerbangan saat ini tidak akan kembali seperti semula, dan permintaan perjalanan bisnis bahkan bisa menyusut lebih jauh akibat pembatasan pergerakan selama pandemi. Salah satu target kami adalah penerbangan pariwisata,” kata Akasaka dalam jumpa pers, dikutip dari Reuters pada Kamis (8/10/2020).

Japan Airlines, seperti maskapai lain telah terpukul oleh jatuhnya perjalanan udara internasional. Trafik perjalanan maskapai menyusut menjadi sekitar sepersepuluh dari sebelum wabah virus corona. Tetapi, maskapai maskapai mencatat permintaan penerbangan domestik mulai rebound, yang dibantu oleh kampanye pemerintah untuk mempromosikan pariwisata.

“Dampak dari kampanye itu sangat signifikan, dan pada akhir September hingga Oktober kami melihat jumlah wisatawan yang melakukan penerbangan domestik meningkat menjadi sekitar 50 persen dari tahun lalu,” kata Akasaka.

Untuk bertahan dari penurunan permintaan yang akan berlangsung hingga setidaknya 2024 di rute internasional, Akasaka mengatakan akan berupaya meningkatkan pendapatan dari bisnis non-maskapai seperti pengiriman paket drone. Bulan lalu, Japan Airlines mengumumkan kerja sama dengan Matternet untuk meluncurkan bisnis logistik drone perkotaan di Jepang. Tahun ini, pihaknya juga berinvestasi untuk mengembangkan taksi udara.   

Editor : Ranto Rajagukguk