Putin Tertarik Investasi Nuklir di RI, Begini Tanggapan Menteri ESDM

Heri Purnomo ยท Senin, 04 Juli 2022 - 15:12:00 WIB
Putin Tertarik Investasi Nuklir di RI, Begini Tanggapan Menteri ESDM
Putin tertarik investasi nuklir di RI, negini tanggapan Menteri ESDM Arifin Tasrif.. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberikan tanggapan mengenai ketertarikan perusahaan energi Rusia untuk mengembangkan industri pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. Menurut dia, tawaran kerja sama bilateral dalam pengembangan nuklir tak hanya dari Rusia, juga sejumlah negara.
 
"Kami lihat nanti mana yang kompetitif dan reliable. Kebutuhan untuk nuklir baru akan dimulai tahun 2040 berdasarkan peta jalan energi yang telah kami susun," kata dia saat diwawancarai di sela Rapat Kerja Bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian di Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Senin (4/7/2022).
 
Arifin menuturkan, Indonesia memiliki bahan baku yang dibutuhkan untuk pengembangan listrik dari nuklir dan permintaan listrik bersih ke depan. Dia menekankan agar pemintaan listrik harus aman dan teknologi nuklir juga harus proven.
 
Dia menjelaskan, dalam tempo 20 tahun ke depan, banyak negara juga akan menerapkan dan memanfaatkan teknologi nuklir. Tentu saja teknologi nuklir tersebut akan semakin terbukti aman.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyampaikan ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri listrik nuklir di Indonesia usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Putin mengungkapkan, perusahaan energi Rusia bernama Rosatom State Coorporation yang punya pengalaman, kompetensi, hingga teknologi bersedia terlibat dalam proyek bersama pengembangan industri energi nuklir di Indonesia.
 
Di tempat terpisah, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, tawaran kerja sama pengembangan industri nuklir dari Rusia layak diterima oleh Indonesia.
 
"Berdasarkan pengalaman, kompetensi, dan keandalan teknologi yang dimiliki oleh Rosatom, tawaran Putin untuk mengembangkan PLTN di Indonesia layak diterima," ucap Fahmy.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda