Raksasa Ritel AS, Walmart PHK Ratusan Karyawan
Walmart telah banyak berinvestasi dalam otomatisasi selama beberapa tahun terakhir, bermitra dengan perusahaan seperti Knapp untuk membantunya mengurangi langkah yang diperlukan karyawan untuk memproses pesanan e-commerce menjadi lima dari 12. Ini di antaranya telah diterapkan Walmart di Pedricktown, New Jersey.
CEO Walmart Doug McMillon pada Februari lalu mengaku sangat bersemangat dengan peluang otomasi yang dimiliki perusahaan dan berencana meningkatkan investasi dalam teknologi otomasi sebagai bagian dari anggaran belanja modal lebih dari 15 miliar dolar AS pada tahun ini.
Sementara itu, perusahaan memiliki sekitar 5.000 toko di Walmart. Walmart adalah perusahaan swasta terbesar di Amerika Serikat dengan sekitar 1,7 juta pekerja AS.
Selain Pedricktown, New Jersey, Walmart tidak memposting Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) untuk PHK, menurut tinjauan Reuters terhadap data pemerintah tenaga kerja. Pemberitahuan WARN diamanatkan oleh undang-undang ketenagakerjaan AS dan mewajibkan perusahaan dengan 100 karyawan atau lebih untuk memberikan pemberitahuan sebelumnya 60 hari tentang penutupan pabrik dan PHK massal.
Juru bicara menolak menyebut mereka melakukan PHK massal dan mengatakan bahwa toko terus beroperasi secara normal. Perusahaan, kata juru bicara itu, tidak mengeluarkan pemberitahuan WARN untuk lokasi lain karena tidak yakin tentang jumlah total karyawan yang pada akhirnya akan diberhentikan dan dipekerjakan kembali.
Editor: Jujuk Ernawati