Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhaj Ungkap RI Ekspor Beras hingga Ikan ke Arab Saudi untuk Kebutuhan Jemaah Haji
Advertisement . Scroll to see content

Remaja Pilih Putus Kuliah demi Berbisnis, Kini Punya Startup Bernilai Rp4 Triliun

Minggu, 07 November 2021 - 10:50:00 WIB
Remaja Pilih Putus Kuliah demi Berbisnis, Kini Punya Startup Bernilai Rp4 Triliun
Remaja pilih putus kuliah demi berbisnis, kini punya startup bernilai Rp4 triliun. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - Pada usia 19 tahun, Aadit Palicha dan Kaivalya Vohra sudah memiliki rencana menjadi besar di India. Berkat mengikuti tren global pengiriman bahan makanan instan, mereka kini memiliki startup bernilai 300 juta dolar AS atau Rp4,3 triliun. 

Hanya dalam beberapa bulan setelah meluncurkan perusahaan yang diberi nama Zepto, dan setelah menerima pendanaan awal sebesar 60 juta dolar AS, perusahaan tersebut kini bernilai Rp4 triliun lebih. Investor mereka, termasuk Y Combinator, Glade Brook Capital, serta Lachy Groom dan Neeraj Arora. 

Zepto berkomitmen mengantarkan berbagai kebutuhan bahan pokok di depan pintu pelanggan hanya dalam waktu 10 menit di area tertentu di Bangalore, Mumbai, dan Delhi. Bahan makanan dikirim dari dark store atau gudang mikro yang ditempatkan di lingkungan berbeda. 

Bisnis ini memanfaatkan 800 juta pengguna ponsel pintar di India saat mereka beradaptasi dengan streaming video, pemesanan makanan, dan belanja online. 

"Kami meluncurkan dark store baru setiap beberapa hari dan kami akan memiliki ratusan di beberapa kota pada awal 2022, masing-masing mengirimkan beberapa ribu pesanan setiap hari," kata salah satu pendiri dan CEO Zepto, Pelicha, dikutip dari Bloomberg, Minggu (7/11/2021). 

Namun dia mengakui, perusahaannya menghadapi persaingan ketat dari Grofers yang didukung SoftBank Group Corp, Dunzo dan Swiggy yang didukung Google, begitu juga dengan Pickily. Grofers juga menjanjikan waktu pengiriman 10 menit, sementara Dunzo menjanjikan 19 menit. Pada Juni, Swiggy menutup putaran pendanaan 1,25 miliar dolar AS. Meski begitu, Palicha optimistis mereka bisa bersaing. 

"Startup yang didanai dengan baik seperti Swiggy dan Grofers membutuhkan waktu tujuh tahun untuk membangun apa yang akan kami buat dalam 18 bulan ke depan," ujarnya.

Palicha dan Vohra yang telah berteman sejak mereka berusia delapan tahun, lalu tinggal di Dubai tahun lalu ketika mereka diterima di program teknik ilmu komputer Universitas Stanford. Setelah mengikuti orientasi online, mereka memutuskan untuk pulang ke Mumbai.

Mereka tinggal dan bekerja di ruangan seluas 7,4 meter persegi dengan memusatkan perhatian pada pengiriman bahan makanan. Pada awalnya mereka mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi perangkat lunak untuk membantu toko-toko di lingkungan sekitar menjadi lebih efisien dalam pengiriman.

Namun akhirnya, mereka memutuskan mendirikan layanan pengiriman sendiri menggunakan dark store. Selama berbulan-bulan, mereka mempelajari kompetitor lokal dan mencari tahu cara kerja pesaing global seperti Gorila yang berbasis di Berlin dan Turki. 

Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk di antara sekelompok layanan pengiriman bahan makanan cepat yang populer selama setahun terakhir karena banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu berbelanja di rumah selama pandemi Covid-19.

Palicha dan Vohra memilih lebih dari 2.000 item berbeda untuk pengiriman, seperti penyegar mulut tradisional dan pencernaan setelah makan, bunga potong untuk ritual ibadah sehari-hari, serta makanan ringan dan makanan segar. Toko ditata untuk memastikan pengambilan, pengepakan, dan serah terima terjadi dalam waktu 90 detik. Seratus item teratas yang paling banyak dibeli ditempatkan di dekat pintu masuk.

“Jika janjinya 10 menit, pelanggan kami mendapat telepon di menit ke-9,” kata Vohra.

Menurutnya, rata-rata waktu pengiriman Zepto adalah 8 menit 40 detik. Langkah perusahaan selanjutnya adalah memperluas bisnis di tiga kota, serta meluncurkan operasi di kota lain seperti Hyderabad, Pune, Kolkata dan Chennai dalam beberapa minggu mendatang.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut