Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan Miliarder Muda yang Sukses Rintis Bisnis dari Nol
Advertisement . Scroll to see content

Resign dari Amazon, Pria Ini Sukses Jadi Miliarder setelah Dirikan Instacart

Sabtu, 11 November 2023 - 15:00:00 WIB
Resign dari Amazon, Pria Ini Sukses Jadi Miliarder setelah Dirikan Instacart
Apoorva Mehta sukses menjadi miliarder setelah dia bersama rekannya mendirikan startup pengiriman bahan makanan online, Instacart. (Foto: YouTube Groceryshop)
Advertisement . Scroll to see content

SAN FRANCISCO, iNews.id - Apoorva Mehta sukses menjadi miliarder setelah dia bersama rekannya mendirikan startup pengiriman bahan makanan online, Instacart. Pria berusia 37 tahun ini merupakan pemegang saham individu terbesar perusahaan tersebut.

Mengutip CNBC Make It, Instacart yang sudah go public itu saat ini memiliki nilai pasar 8,8 miliar dolar AS. Mehta kini dilaporkan memiliki kekayaan senilai 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp17,26 triliun setelah menjual 700.000 saham perusahaan yang dia luncurkan di San Francisco pada tahun 2012 silam.

Mehta menyebut, perjalanannya untuk menjadi seorang miliarder tidak dilalui dengan mudah. Sebelum mendirikan Instacart, setidaknya Mehta telah membuat sekitar 20 startup yang kemudian berujung kegagalan.

Pada tahun 2010, Mehta tinggal di Seattle dan bekerja di bidang logistik untuk Amazon sebagai insinyur rantai pasokan. Dia berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke San Francisco dengan keinginan untuk membangun perusahaann rintisan (startup) sendiri yang sukses, tetapi tidak memiliki rencana yang jelas. 

“Alasan saya berhenti dari pekerjaan saya di Amazon adalah karena saya ingin menjadi seorang wirausaha. Saya tidak tahu apa ide saya nantinya,” kata Mehta.

Selama dua tahun berikutnya, dia telah mendirikan sejumlah perusahaan rintisan, mulai dari startup periklanan untuk perusahaan game hingga jaringan sosial untuk pengacara. 

“Sayangnya semuanya gagal,” tuturnya.

Di suatu kesempatan, Mehta mengaku beralih ke lemari esnya sendiri untuk mencari inspirasi. Kemudian dia berpikir bahwa rendahnya persediaan bahan makanan merupakan masalah yang terus-menerus bagi dirinya dan dia menyadari bahwa dia mungkin tidak sendirian merasakan hal yang sama.

Selain itu, dia juga melihat adanya kesenjangan dalam pasar pengiriman online yang berkembang pesat. 

“Saat itu tahun 2012 dan kami memesan semuanya secara online, kecuali bahan makanan. Saya memutuskan saya akan mengubahnya. Saya mulai membuat kode versi pertama aplikasi Instacart dan tiga minggu kemudian Instacart lahir,” ucapnya.

Instacart memulai perjalanan dengan awal yang sulit, di mana Mehta ingin masuk ke akselerator startup Y Combinator yang didambakan, tetapi dia melewatkan tenggat waktu untuk pengajuan. Kemudian, dia berhasil mengesankan mitra Y Combinator dengan menggunakan aplikasinya untuk menghadirkan paket six-pack bir ke markas akselerator.

Y Combinator lalu membantu Mehta mendapatkan pendanaan modal ventura sebesar 2,3 juta dolar AS dalam beberapa bulan, dan Instacart dengan cepat menyebar ke luar San Francisco. Sekarang Instacart telah mengirimkan bahan makanan dari lebih dari 80.000 toko, termasuk jaringan seperti Kroger, Costco, dan Wegmans, di lebih dari 14.000 kota di seluruh Amerika Utara.

Sebelum go public, Instacart menulis dalam pengajuan SEC bahwa perusahaan tersebut telah mengirimkan lebih dari 900 juta pesanan, berisi 20 miliar item, sejak Mehta pertama kali meluncurkan aplikasi tersebut pada tahun 2012. 

Dengan IPO tersebut, Mehta akan meninggalkan perannya sebagai ketua eksekutif perusahaan. Dia juga telah mengundurkan diri sebagai CEO tahun lalu, mengakhiri 11 tahun masa jabatannya di perusahaan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut