Resmi Meluncur, LinkAja Syariah Targetkan 1 Juta Pengguna

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 14 April 2020 - 17:35 WIB
Resmi Meluncur, LinkAja Syariah Targetkan 1 Juta Pengguna

PT Finary sebagai pemegang izin operasional uang elektronik LinkAja resmi meluncurkan layanan uang elektronik syariah pada Selasa (14/4/2020). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id -  PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai pemegang izin operasional uang elektronik LinkAja resmi meluncurkan layanan uang elektronik syariah pada Selasa (14/4/2020). Meski baru diluncurkan, Finarya menargetkan 1 juta pengguna layanan tersebut pada 2020. 

POH Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, fokus utama dari produk layanan transaksi elektronik berbasis syariah tersebut adalah menyediakan layanan pembayaran yang relevan bagi umat Islam. Dia menyebut penduduk Indonesia secara mayoritas beragama Islam sehingga membidik 1 juta pangsa pasar dapat direalisasikan. 

"Target pengguna LinkAja Syariah pada tahun pertama 1 juta. Fokus kami adalah menyediakan layanan pembayaran yang relevan bagi umat Islam yang sesuai dengan prinsip syariah," Haryati melalui video converensi, Selasa (14/4/2020).

Untuk mendapatkan pangsa pasar, LinkAja syariah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut baik pemerintah pusat, daerah, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), lembaga zakat, dan masyarakat pada umumnya.

Haryati mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan pihaknya seperti pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, digitalisasi pesantren, hingga peningkatan kerja dengan Badan Zakat Nasional (Baznas).

Di sisi lain, Dia juga menyebut telah mengantongi sertifikat kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) pada 16 September 2019. Bahkan, Haryati mengungkapkan Bank Indonesia (BI) pun sudah memberi izin pengembangan fitur produk uang elektronik berbasis server. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo mengatakan, pengguna uang elektronik di Indonesia belum maksimal. Meski begitu, dia melihat potensi transaksi uang elektronik syariah bisa membangunkan potensi dan mata rantai ekonomi syariah di Tanah Air. 

"Kalau itu terbangun maka potensi bakal besar sekali. Apalagi cross border bisa dimanfaatkan, maka transaksi jamaah haji dan umrah bisa digunakan di Arab Saudi. Tidak hanya di Indonesia tapi secara internasional," ujar Ventje.

Editor : Ranto Rajagukguk