Revitalisasi Candi Borobudur, Pemerintah Bentuk Single Authority Management
MAGELANG, iNews.id - Pemerintah akan membentuk single authority management atau managemen otoritas tunggal untuk mengelola Candi Borobudur seiring proses revitalisasi. Tugasnya adalah menangani aspek komersial, pariwisata, dan konservasi Candi Borobudur.
Kabar pembentukan manajemen tunggal tersebut disampaikan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirdjoatmojo alias Tiko. Dia memastikan pendirian single authority setelah kawasan Candi Buddha itu selesai direvitalisasi.
"Kita nanti membangun satu single authority di Borobudur ini, sehingga nanti pengelolaan pariwisata, komersial, maupun pengelolaan konservasinya kita jadikan pertimbangan yang komprehensif," ungkap Tiko saat ditemui di kawasan Candi Borobudur, ditulis Senin (5/6/2023).
Kementerian BUMN, lanjut Tiko, memandang pengelolaan pariwisata yang berbasis heritage atau warisan harus berada dalam kerangka konservasi yang baik.
Saat ini konsep Candi Borobudur yang memuat aspek spiritual, pariwisata, komersial berbasi konservasi masih digodok. Kementerian BUMN pun masih berkonsultasi dengan pihak terkait, termasuk Unesco.
"Nanti kita semakin tajamkan konsep pengelolaan pariwisata yang terintegrasi dengan konservasi, termasuk aspek spiritualnya hingga nanti disaat kita umumkan nanti berapa kapasitas yang boleh, baik sampai ke atas (Candi) dan sebagainya," kata Tiko.
Dia mengungkapkan, Kementerian Pariwisata sedang berkonsultasi dengan tim konservasi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk juga dengan Unesco.
"Kita mulai programing agar ini benar-benar menjadi wisata yang komprehensif, tetapi juga menjaga keutuhan heritage-nya sendiri," ujar Tiko.
Sementara Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono, mengatakan penataan kembali kawasan Candi Borobudur menjadi katalis atas posisi aset peninggalan Dinasti Syailendra itu.
Dia mengungkapkan, Kementerian BUMN dan InJourney sudah memiliki remapping kedepannya
"Iya ada penataan kawasan, jadi memang perayaan ini menjadi katalis dari positioning borobudur ke depan akan kira remapping. Jadi pak tiko sudah disampaikan heritage, spiritual, education, dan conservation, and off course economic impact," ujar Maya.
Editor: Jeanny Aipassa