Kemendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp181 Triliun, Tegaskan Bukan untuk MBG
SEMARANG, iNews.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa pihaknya sudah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp181 triliun ke DPR. Pengajuan ABT Kememdikdasmen bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini,” ucap Mu’ti usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).
Usai memaparkan pengajuan ABT di DPR, saat ini Kemendikdasmen tengah menunggu keputusan DPR. Anggaran Biaya Tambahan adalah permintaan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.
“Kami dalam posisi menunggu keputusan,” tuturnya.
47 Dapur MBG Disetop hingga Hari ke-9 Ramadan, Menu Tak Layak Konsumsi
Adapun, program pertama yang diajukan Mendikdasmen dalam ABT itu adalah anggaran untuk program revitalisasi Satuan Pendidikan. Sebab, saat ini banyak Satuan Pendidikan dalam kondisi yang rusak dan cukup memprihatinkan.
“Kami mengajukan tambahan anggaran untuk revitalisasi 20.000 Satuan Pedidikan,” ucap pria yang menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.
MBG Disenggol, Seskab Teddy Singgung PDIP juga Setujui Anggaran Pendidikan di DPR
Program kedua adalah Program Digitalisasi Pendidikan. Dengan mempertimbangkan perintah Presiden Prabowo Subianto, saat ini setiap Satuan Pendidikan akan mendapat tambahan alokasi IFP (Interaktif Flat Panel) atau PID (Panel Interaktif Digital). Rencananya di tahun 2026 ini Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu Satuan Pendidikan.
“Untuk digitalisasi itu kita akan bagikan 3 IFP per satuan pendidikan,” katanya.
Bos BGN Ungkap Tiap Dapur MBG bakal Terima Rp500 Juta per Hari