Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif
Advertisement . Scroll to see content

RI Jajaki Kerja Sama Sektor Energi hingga Otomotif dengan Afrika Selatan

Minggu, 25 September 2022 - 13:42:00 WIB
RI Jajaki Kerja Sama Sektor Energi hingga Otomotif dengan Afrika Selatan
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia berupaya untuk menjajaki Preferential Trade Agreements (PTA) dengan pasar non-tradisional. Afrika Selatan jadi salah satu negara potensial yang dibidik.

“Dapat dikatakan bahwa saat ini kedua negara sedang menjajaki PTA yang bertujuan untuk membuka peluang pasar. PTA merupakan upaya penguatan industri manufaktur kedua negara, khususnya di sektor peralatan militer, produk makanan olahan, dan pertanian,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Minggu (25/9/2022).

Agus menambahkan, Afrika Selatan sendiri memiliki kerja sama Just Energy Transition Partnership dengan Prancis, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. Pengalaman tersebut dapat dipelajari dan best practice bagi Indonesia dalam menemukan model yang sesuai untuk menangani isu perubahan iklim di Indonesia.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, Indonesia dan Afrika Selatan sama-sama kaya akan produk mineral dan logam mulia. 

“Kami mencoba untuk secara moderat menerapkan kontrol terhadap ekspor, terutama ekspor bahan baku, dengan harapan dapat mendorong hilirisasi produk mineral tersebut menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata dia.

Dia menyebut, melalui kebijakan hilirisasi nikel misalnya, telah berhasil mendorong tumbuhnya smelter berbasis nikel, yang menghasilkan produk NPI/FeNi sehingga meningkatkan kapasitas dalam pengembangan industri stainless steel.

“Enam tahun lalu, ekspor kita dari nikel hanya 1,1 miliar dolar AS. Sedangkan, di tahun 2021 sudah mencapai 20,9 miliar dolar AS. Lompatan nilai tambahnya hingga 19 kali,” ucap Agus.

Selain kerja sama energi dan pertambangan, juga disinggung potensi kerja sama halal dan industri otomotif beserta komponennya. Kedua pihak sepakat untuk berbagi pengalaman dan menciptakan peluang kerja sama serta melanjutkan komunikasi secara reguler. Dilakukan juga work with local industry agar tercipta nilai investasi yang seimbang.

Sebagai informasi, Investasi Afrika Selatan di Indonesia selama tahun 2021 sebesar 1,46 juta dolar AS dengan total 14 proyek. Sementara itu, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Afrika Selatan pada tahun 2021 mencapai 2,8 miliar dolar AS atau meningkat 122 persen dibandingkan tahun 2020 (1,3 miliar dolar AS).

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut