Ridwan Kamil Cerita Dituding Pura-Pura Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Dita Angga ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 00:58 WIB
Ridwan Kamil Cerita Dituding Pura-Pura Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menceritakan pengalamannya sebagai salah satu dari ribuan relawan vaksin Covid-19. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi salah satu relawan vaksin Covid-19. Keikutsertaan sebagai relawan diambil untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut benar-benar aman.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menuturkan sebagai relawan, dia dikunjungi lima kali. Kunjungan pertama untuk melakukan beberapa tes seperti rapid test dan PCR. Kedua dan ketiga, penyuntikan kandidat vaksin tahap pertama dan kedua.

“Nah yang keempat dan kelima adalah diambil darah untuk dicek reaksinya. Apakah setelah disuntik vaksin di dalam tubuh saya ini antibodinya berlimpah atau engga. Kalau berlimpahnya sampai 90 persen, berarti badan saya siap melawan virus Covid-19 kalaupun masuk ke tubuh saya kan,” katanya, Jumat (9/10/2020).

Kang Emil juga menuturkan sempat dituding warganet pura-pura menjadi relawan. Tudingan tersebut muncul karena proses pengambilan sampel darah menggunakan alat yang disebut vacutainer. Alat ini berbeda dengan jarum suntik biasa.

“Itu jarumnya dua, satu tusuk nadi vena, satu lagi ke tabung yang menempel. Terus kelihatan kayak ada tutupnya, itulah yang membuat vacum, supaya bebas infeksi dan kontaminasi. Nah orang-orang tidak paham, disangkanya saya bohong. Katanya itu ada darahnya, kok tutupnya belum dibuka," katanya.

Mantan wali kota Bandung itu menambahkan, sejauh ini tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari penyuntikan kandidat vaksin. Dia juga merasa tak ada demam atau bengkak setelah disuntik. “Nah dua-duanya saya engga ada. Saya ngalamin hanya pegal. Terus besoknya mengantuk itu saja,” tuturnya.

Kang Emil memastikan tidak ada dampak medis. Dia akan jujur kalau memang vaksin tersebut berbahaya bagi tubuhnya.

“Intinya engga ada dampak medis. Makanya begini, dengan saya divaksin, saya ini kan jadi saksi utama. Pak Gub berhasil nggak? Berhasil. Misalnya bohong ah, saya ikut disuntik ini buktinya dan sebagainya. Kalau gagal saya bilang kurang berhasil. Kenapa? Saya cerita. Itulah pentingnya saya ikut. Bukan katanya-katanya,” ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah