Rusia Bombardir Ukraina, Pabrik Baja Terbesar Eropa di Mariupol Rusak Parah
KIEV, iNews.id - Salah satu pabrik baja terbesar di Eropa, Azovstal, rusak parah saat pasukan Rusia membombardir Kota Mariupol, Ukraina, Minggu (20/3/2022). Konflik Rusia-Ukraina yang memasuki hari ke-25 kini berpusat di Kota Mariupol.
Kabar mengenai serangan Rusia yang menghancurkan pabrik baja dan besi itu, disampaikan anggota parlemen Ukraina, Lesia Vasylenko, dalam video singkat yang diunggah di akun Twitternya.
"Salah satu pabrik metal terbesar di #Eropa hancur. Kerugian ekonomi untuk #Ukraina sangat besar. Lingkungan hancur," cuitan anggota parlemen Ukraina, Lesia Vasylenko.
Mariupol adalah kota pelabuhan yang kini menjadi pusat peperangan antara pasukan Rusia dan Ukraina. Pada akhir pekan, Rusia meningkatkan serangan di Mariupol, sehingga terjadi kerusakan parah pada fasilitas publik, pabrik, bahkan sekolah.
Gunakan Pesawat Boeing, Maskapai Kargo Terbesar Rusia Diboikot AS
Lesia Vasylenko mengunggah video ledakan di lokasi industri, yang menunjukkan asap abu-abu dan hitam membubung dari gedung-gedung.
Salah satu rekannya, Serhiy Taruta, menulis di Facebook bahwa pasukan Rusia "secara praktis telah menghancurkan pabrik."
"Kami akan kembali ke kota, membangun kembali perusahaan dan menghidupkannya kembali," direktur jenderal Azovstal, Enver Tskitishvili, melalui keterangan di aplikasi Telegram, tanpa merinci tingkat kerusakan.
Dia mengatakan, ketika invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari, pabrik telah mengambil tindakan untuk mengurangi kerusakan lingkungan jika terkena.
"Baterai oven kokas tidak lagi membahayakan nyawa warga. Kami juga telah menghentikan tanur sembur dengan benar," ujar Enver Tskitishvili.
Azovstal adalah bagian dari grup Metinvest, yang dikendalikan oleh orang terkaya Ukraina, Rinat Akhmetov. Sempat dianggap pro-Moskow sebelum perang dimulai, belakangan Rinat Akhmetov menuduh Rusia melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Ukraina.
Editor: Jeanny Aipassa