Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Diperkirakan Setop Pasokan Gas, Eropa Diingatkan Siapkan Rencana Darurat

Kamis, 23 Juni 2022 - 09:59:00 WIB
Rusia Diperkirakan Setop Pasokan Gas, Eropa Diingatkan Siapkan Rencana Darurat
Rusia diperkirakan setop pasokan gas, Eropa diingatkan siapkan rencana darurat. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id - Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memperingatkan Rusia mungkin akan menghentikan pasokan gasnya ke Eropa pada musim dingin ini. Meski hal itu belum dilakukan, namun menurutnya, Eropa perlu menyiapkan rencana darurat. 

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa negara Eropa menerima gas Rusia lebih sedikit dari yang diharapkan. Namun pejabat Rusia menyangkal hal itu disengaja dan menyalahkan masalah teknis.

Sebelum invasi ke Ukraina, Eropa mengimpor sekitar 40 persen gas alamnya dari Rusia. Namun angka itu kini turun menjadi sekitar 20 persen saat ini.

Birol meyakini pengurangan pasokan gas Rusia baru-baru ini adalah langkah strategis mereka. Hal itu mempersulit negara-negara Eropa untuk mengisi stok gasnya, sehingga meningkatkan pengaruh Rusia pada musim dingin ini.

"Saya tidak akan mengesampingkan Rusia terus menemukan masalah yang berbeda di sana-sini, dan terus mencari alasan untuk mengurangi pengiriman gas ke Eropa dan bahkan mungkin menghentikan sepenuhnya," kata Birol, dikutip dari BBC, Kamis (23/6/2022).

Pekan lalu aliran gas alam melalui Nord Stream 1, salah satu pipa utama dari Rusia ke Eropa, hanya 40 persen dari kapasitas. Banyak ahli yang skeptis dengan penjelasan Rusia bahwa itu disebabkan oleh masalah teknis.

Di seluruh Eropa, kekurangan pasokan gas terus dilaporkan. Pada Jumat pekan lalu, perusahaan energi Italia, Eni menyatakan hanya menerima setengah dari gas yang diharapkan dari raksasa gas yang dikendalikan negara Rusia, Gazprom. Slovakia dan Austria juga melaporkan penurunan.

Prancis menyatakan tidak menerima gas Rusia dari Jerman sejak 15 Juni. Sementara Polandia, Bulgaria, Finlandia, Denmark, dan Belanda telah menghentikan pengiriman gas Rusia setelah menolak permintaan untuk membayar dalam rubel Rusia.

Bulan lalu, negara-negara Eropa sepakat untuk mencoba melindungi diri dari volatilitas harga gas dengan mengisi fasilitas penyimpanan. Mereka bersama-sama berkomitmen untuk mencapai setidaknya 80 persen kapasitas pada November, dengan data terbaru menunjukkan mereka berada di sekitar 55 persen.

Birol mengatakan, krisis gas yang sedang berlangsung sekarang membenarkan tindakan darurat jangka pendek untuk mengurangi permintaan, seperti meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara, dan jika mungkin memperpanjang umur pembangkit listrik tenaga nuklir. Jika ada penghentian total pasokan gas Rusia, menurutnya, tindakan drastis mungkin diperlukan.

"Saya tidak mengesampingkan kemungkinan Eropa akan membutuhkan penjatahan gas yang terencana dan teratur. Saya tidak mengatakan ini adalah skenario dasar, tetapi melihat beberapa bulan terakhir, jika bukan beberapa tahun, pengalaman yang kami miliki dengan Rusia sebagai mitra energi, ini adalah skenario yang tidak dapat kami singkirkan untuk saat ini," tuturnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut