Sanksi Barat Berlanjut, Negara G7 Sepakat Larang Impor Emas dari Rusia

Suparjo Ramalan · Minggu, 26 Juni 2022 - 11:14:00 WIB
Sanksi Barat Berlanjut, Negara G7 Sepakat Larang Impor Emas dari Rusia
Sanksi Barat berlanjut, Negara G7 akan larang impor emas dari Rusia. Foto: Reuters

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan pemimpin G7 sepakat melarang impor emas baru dari Rusia. Ini merupakan sanksi terbaru dalam merespons invasi Rusia ke Ukraina.

Hal itu diungkapkan oleh sumber anonim yang mengetahui rencana tersebut. Para pemimpin negara G7 akan mengungkapkan kesepakatan bersama dalam pertemuan puncak KTT di Jerman, yang dimulai pada Minggu (26/6/2022) waktu setempat. 

Larangan tersebut akan berlaku untuk emas yang meninggalkan Rusia ke negara-negara G7 untuk pertama kalinya. Departemen Keuangan AS akan mengeluarkan larangan impor emas dari Rusia pada Selasa pekan depan (28/6/2022).

Sementara sanksi Barat untuk menghukum Rusia sebagai besar telah menutup pasar Eropa dan AS terhadap emas dari penambang emas batangan terbesar di dunia, kesepakatan G7 akan menanadai pemutusan total antara Rusia dan dua pusat perdagangan emas teratas dunia, London dan New York. 

"Yang dilakukan adalah memformalkan apa yang telah dilakukan industri emas," kata Kepala Penelitian di BullionVault Adrian Ash, dikutip dari Bloomberg, Minggu (26/6/2022). 

London Bullion Market Association, yang menetapkan standar untuk pasar emas, menghapus kilang emas Rusia dari daftar terakreditasinya. Pengiriman antara Rusia dan London telah runtuh menjadi hampir nol sejak invasi ke Ukraina.

London telah menjadi salah satu tujuan terpenting untuk logam mulia Rusia. Emas Rusia senilai 15 miliar dolar AS yang tiba di sana tahun lalu merupakan 28 persen dari impor emas Inggris, menurut data UN Comtrade.

Perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Biden pada 15 April 2022 secara eksplisit melarang warga AS terlibat dalam transaksi terkait emas yang melibatkan bank sentral Rusia, National Wealth Fund negara itu atau kementerian keuangannya.

Sementara itu, asosiasi penyulingan Swiss, yang mendominasi industri membantah anggotanya membeli emas dari Rusia setelah data perdagangan menunjukkan emas batangan negara itu telah masuk ke negara tersebut. Aliran logam lain dari Rusia seperti tembaga, nikel, dan paladium terus berlanjut saat industri komoditas bergulat dengan pengelolaan hubungan jangka panjang dengan pemasok utama bahan baku dunia.

Adapun industri emas Rusia sedang mencari opsi penjualan baru, seperti mengekspor lebih banyak ke China dan Timur Tengah, yang bukan bagian dari G-7.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda