Selain Jepang, Produk Makanan dan Minuman Indonesia Berpeluang Tumbuh di AS

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 05:15 WIB
Selain Jepang, Produk Makanan dan Minuman Indonesia Berpeluang Tumbuh di AS

Kemendag menyebutkan produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia berpeluang tumbuh di pasar Amerika Serikat (AS). (Foto: Ilustrasi/Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia berpeluang tumbuh di pasar Amerika Serikat (AS). Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam memasarkan produk inovatif dan berkualitas.

“Seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap produk higienis dan baik bagi imun tubuh, maka diperlukan strategi khusus dalam memasarkan produk yang inovatif dan berkualitas. Ini untuk memenangkan kompetisi di pasar internasional, termasuk Amerika Serikat,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Dia menyebutkan, selain menjaga kualitas produk yang perlu diperhatikan adalah peran serta pendanaan mudah dan aman bagi para pelaku usaha. Ini dibutuhkan para eksportir maupun importir untuk ekspansi produk makanan dan minuman secara khusus ke pasar Amerika Serikat.

“Permintaan yang tinggi serta tingkat pertumbuhan yang sangat pesat membuat Amerika Serikat menjadi destinasi ekspor utama bagi produsen makanan dan minuman dari berbagai negara. Ini membuat pasar produk di Amerika Serikat kompetitif dan sangat ketat,” kata Kasan.

Sebelumnya, pemerintah mengintensifkan ekspor produk makanan dan minuman olahan ke pasar Jepang. Ini ditunjukkan dengan meningkatnya penjualan produk mamin ke Negeri Sakura.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan pada masa pandemi Covid-19 penjualan mamin ke Jepang meningkat 200 persen. Untuk itu, perlu dimanfaatkan secara maksimal.

“Besarnya pasar mamin di Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Geliat pasar mamin pascapandemi Covid-19 di Jepang membuka peluang ekspor bagi para pelaku usaha Indonesia. Peluang inilah yang perlu digarap dengan serius,” ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani