Semen Indonesia Catatkan Kenaikan Laba Bersih 15,5 Persen Sepanjang 2022 di Tengah Over Supply
JAKARTA, iNews.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG mencatatkan kinerja positif pada tahun 2022. Laba bersih SIG meningkat 15,5 persen menjadi Rp2,36 triliun di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp2,04 triliun.
Direktur Utama SIG, Donny Arsal menuturkan, catatan kinerja positif ini dikontribusikan dari inisiatif Perseroan pada 2022 antara lain melakukan pengelolaan permintaan di pasar pada level mikro di setiap daerah yang dilayani, seperti optimalisasi jaringan distribusi, melakukan riset dan pengembangan berkelanjutan untuk menciptakan inovasi produk baru guna merambah ceruk-ceruk pasar yang belum tergarap secara optimal.
"Pencapaian kinerja ini menjadi istimewa, karena ditahun 2022 bisa dikatakan menjadi tahun tersulitnya industri semen, ditambah lagi dengan kompetisi yang sangat ketat, kondisi dimana sedang over supply dan cost produksi yang meningkat," ujar Donny dalam wawancara eksklusif bersama MNC Media, Jumat (19/5/2023).
Selain itu, Donny menyebut, Perseroan juga menerapkan strategi dan inisiatif dalam kerangka bisnis yang berkelanjutan dengan mengidentifikasi berbagai peluang untuk meningkatkan kinerja, mendorong efisiensi dan produktivitas dalam proses-proses bisnis melalui penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan (Environmental, Social and Governance/ESG) pada seluruh kegiatan operasional.
Dalam upaya dekarbonisasi, SIG mencapai peningkatan penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif pada kegiatan produksi, serta pemanfaatan solar panel sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT) untuk kebutuhan penerangan, peralatan kantor dan pabrik.
Selama 2022, SIG berhasil menekan emisi karbon hingga 590 kg CO2/ton cement equivalent, atau turun 16,67 persen dari baseline tahun 2010 sebesar 708 kgCO2/ton cement equivalent. Penurunan clinker factor tercapai 69,2 persen dan peningkatan thermal substitution rate (TSR) tercapai 7,2 persen.
"Tahun 2022 kita melewati tahun tersulit dimana batu bara yang naik ratusan persen, BBM yang naik, dan pada Oktober 2022 terjadi penurunan permintaan yang cukup signifikan," ucap Donny.
"Kita melakukan penghematan di seluruh lini, sehingga usaha yang kita lakukan tetap memberikan impact positif, terutama terhadap profitability yang masih tumbuh dibandingkan tahun 2021," sambungnya.
Editor: Aditya Pratama