Sesuaikan Bunga Bank, BNI Butuh Waktu 3-4 Bulan
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke level 5,75 persen. Penurunan suku bunga tersebut akan disesuaikan oleh perbankan.
Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, perbankan akan ikut menurunkan suku bunga kreditnya. Namun, diperlukan waktu tiga bulan untuk menyesuaikan ke pasar.
"Pengalaman tahun lalu, perubahan suku bunga perlu 3-4 bulan penyesuaiannya ke market," ujarnya saat konferensi pers di kantornya Jakarta, Selasa (23/7/2019).
Selain itu, kebijakan bank sentral ini juga akan mengurangi special rate deposito perbankan. Dengan begitu akan membuat cost of fund membaik dibandingkan semester II mendatang.
"Kita harap di semester II tekanan likuiditas berkurang," kata dia.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pada tahun lalu suku bunga acuan naik sebanyak 175 bps, tapi suku bunga kredit justru turun 23 bps hingga kini. Pasalnya, BI terus berupaya mengendorkan likuiditas perbankan.
Selain itu juga, BI terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bisa meningkatkan efisiensi net interest margin (NIM) yang tadinya 5-6 persen sekarang menjadi di bawah 5 persen.
"Langkah koordinasi memungkinkanan meksipun BI rate naik suka bunga kredit tidak naik malah turun," kata dia.
Dia melanjutkan, dampak pemangkasan suku bunga acuan ini juga akan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi tahun depan. Pasalnya, kebijakan ini membutuhkan waktu untuk berdampak pada sektor riil.
"Akan berdampak tahun ini tapi magnitude akan lebih besar tahun depan," ucapnya.
Kendati demikian, jika kebijakan ini tidak segera diambil maka dapat membuat pertumbuhan ekonomi menjadi di bawah titik tengah target pertumbuhan ekonomi 2019.
Editor: Ranto Rajagukguk