Suku Bunga Acuan 4,0 Persen, Gubernur BI Sebut Bunga Bank Mulai Turun
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memastikan ditahannya suku bunga acuan di level 4,0 persen menyeret penurunan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan. Dengan demikian, ruang penurunan bunga bank akan terus berlanjut.
"Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil (yield) SBN (Surat Berharga Negara)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
Perry mengungkapkan, rata-rata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74 persen dan 9,48 persen pada Juni 2020 menjadi 5,63 persen dan 9,47 persen.
Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83 persen. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy), dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.
Ini Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4 Persen
"Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan," tuturnya.
Perry menegaskan, kondisi likuiditas saat ini lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut, ditopang strategi operasi moneter BI. Hingga 14 Agustus 2020, BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun, dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp480,7 triliun.
"Longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24 persen pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), sekitar 3,64 persen pada Juli 2020," tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk