Setahun Insiden Kecelakaan Pesawat SJ-182, Sriwijaya Air Gelar Tabur Bunga

azhfar muhammad ยท Minggu, 09 Januari 2022 - 19:58:00 WIB
Setahun Insiden Kecelakaan Pesawat SJ-182, Sriwijaya Air Gelar Tabur Bunga
Prosesi tabur bunga yang dilakukana crew Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu dalam rangka memperingati satu tahun insiden kecelakaan pesawat SJ-182. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sriwijaya Air memperingati satu tahun insiden kecelakaan Pesawat SJ-182 dengan menggelar prosesi tabur bunga di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, kawasan Kepulauan Seribu, pada Minggu (9/1/022). 

CEO Sriwijaya Air, Capt. Ardhana Sitompul, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan di lokasi kejadian SJ-182 sebagai bentuk pemhhormatan kepada seluruh korban kecelakaan pasca insiden. 

“Bagi Sriwijaya Air, penting untuk memperingati satu tahun musibah kecelakaan jatuhnya SJ-182 ini, karena hal ini sebagai bentuk hormat kami kepada seluruh korban dan tentu saja insiden ini juga memacu kami untuk terus meningkatkan safety level dan kualitas pelayanan di setiap penerbangan kami,” kata  CEO Sriwijaya Air, Capt. Ardhana Sitompul  dalam keterangan yang diterima MPI, Minggu (1/9/2022). 

Diawali dengan doa bersama yang dilakukan oleh Manajemen Sriwijaya Air beserta jajaran KNKT dan BASARNAS, prosesi tabur bunga berjalan dengan lancar dalam cuaca yang cerah. 

Kegiatan itu dihadiri secara terbatas sebagai bentuk dukungan Sriwijaya Air terhadap upaya pemerintah menghentikan laju penyebaran Covid-19 di masa pandemi ini.

“Dalam tangka  prosesi tabur bunga ini menjadi salah satu bentuk perhatian dan komitmen Sriwijaya Air terhadap keselamatan penerbangan,” ujar Capt. Ardhana Sitompul. 

Selain melakukan prosesi tabur bunga, Sriwijaya Air juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di Pulau Lancang sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibilities (CSR).

“Pemberian CSR kepada masyarakat di Pulau Lancang merupakan bentuk apresiasi Sriwijaya Air atas bantuan yang diberikan masyarakat Pulau Lancang selama proses pencarian SJ-182 tahun lalu,” tutur Capt. Ardhana.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: