Situasi Kondusif, Pariwisata Bali Dibuka Bulan Depan

azhfar muhammad · Jumat, 24 September 2021 - 18:35:00 WIB
Situasi Kondusif, Pariwisata Bali Dibuka Bulan Depan
Menparekraf Sandiaga Uno sebut pariwisata Bali dibuka bulan depan karena kondisi kondusif. (Foto: IG)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, Kemenparekraf telah berkoordinasi dan mendapatkan arahan dari Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan untuk kembali membuka sejumlah tempat wisata dengan persiapan protokol kesehatan (prokes) ketat. Salah satu, tempat wisata yang akan dibuka adalah Bali. 

Dia menjelaskan, karena kondisi di Bali sudah kondusif, maka Kemenparekfar akan melakukan persiapan untuk membuka pariwisata di Bali pada bulan depan.   

“Dari masukan yang disampaikan wagub dan pemangku kepentingan atau stakeholder pariwisata, pertama kondisi di Bali sudah menunjukkan situasi yang kondusif dan langkah persiapan ini sudah masuk tahap akhir. Sesuai arahan dari Pak Luhut, kita akan persiapkan pembukaan pada Oktober 2021,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021). 

Dia menuturkan, penerapan protokol kesehatan dan integrasi aplikasi PeduliLindungi disiapkan seiring dengan pembukaan destinasi wisata di sana. Kemenparekraf dan pemerintah Bali juga akan menyiapkan paket wisata sebagai uji coba pembukaan pariwisata Bali. 

“Dan yang terakhir adalah penyiapan paket-paket wisata adaptasi. Paket wisata adaptasi yang berkaitan dengan perluasan green zone yang akan dipersiapkan oleh temen-temen industri,” ujarnya.

Sandiaga menuturkan, saat ini tiga lokasi percontohan yang diberi nama SUN, yakni Sanur, Ubud, dan Nusa Dua sudah disiapkan sebagai pilot project untuk menerima wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata.

“SUN ini masuk sebagai destinasi green zone untuk di Bali  dan ini yang akan kita coba persiapkan termasuk mendorong CHSE dan PedulilLindungi yang terus kita tingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kemenparekraf terus mengkaji negara-negara mana yang menjadi target potensial dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. 

"Kita terus pantau, dan ada beberapa negara yang target potensial. Ini nanti yang akan kita bahas pada 30 September 2021 lantaran harus kita sesuaikan terkait penanganan Covid-19 di origanisasi wisatawan tersebut dan varian-varian baru yang terus kita pantau secara ketat,” tuturnya. 

Sandiaga menjelaskan, pariwisata Bali dan lainnya yang berbasis alam dan budaya yang berkualitas dan berkelanjutan akan menjadi tren terbaru pariwisata Indonesia pascapandemi Covid-19. Karena itu, industri pariwisata diminta menyiapkan wisata berbasis budaya dan desa wisata.  

“Industri harus menyiapkan paket-paket wisata minat khusus, wisata budaya, desa wisata. Ini yang kita arahkan ke depan untuk mencapai pariwisata yang berkelanjutan,” ucap Sandiaga. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: