Skincare Lokal Mulai Masuk Pasar Malaysia, Ini Faktanya!
Memasuki pasar luar negeri bukan sekadar memperluas jalur penjualan. Perusahaan juga perlu menghadapi persaingan dengan merek yang telah lebih dahulu dikenal konsumen, memahami preferensi masyarakat setempat, serta memastikan produk memenuhi ketentuan kosmetik di negara tujuan.
Founder J99 Corp., Gilang Widya Pramana, mengatakan kesamaan karakteristik Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu pertimbangan dalam menjajaki pasar tersebut.
"Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan, mulai dari iklim tropis hingga kebutuhan perawatan kulit sehari-hari. Hal ini menjadi peluang bagi kami untuk lebih dekat dengan konsumen di Malaysia, sekaligus mengenal kebutuhan dan preferensi mereka," ujar Gilang dalam keterangan resminya, belum lama ini.
Dari sisi distribusi, KMM akan mendukung penyaluran produk melalui jaringan yang dimilikinya di Malaysia. Perusahaan tersebut telah beroperasi di bidang pemasaran dan distribusi sejak 1999.
Director KMM, Susanto Lee, menilai kebutuhan konsumen terhadap produk perawatan diri membuka peluang bagi merek kecantikan Indonesia untuk menjangkau pasar Malaysia. Meski demikian, penerimaan konsumen dan perkembangan penjualan akan menjadi faktor penting untuk melihat hasil ekspansi tersebut.
Sertifikasi halal yang dimiliki produk-produk terkait juga disebut sebagai salah satu nilai tambah untuk membangun kepercayaan konsumen. Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan ketentuan sertifikasi dan regulasi yang berlaku di Malaysia sebelum produk dipasarkan.
Ekspansi ini menjadi salah satu gambaran upaya pelaku usaha kosmetik Indonesia memperluas pasar di kawasan regional. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada kesamaan karakteristik kedua negara, tetapi juga kemampuan perusahaan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan konsumen dan persaingan di pasar tujuan.
Editor: Muhammad Sukardi