Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BTN Bukukan Laba Bersih Rp503 Miliar per Februari 2026
Advertisement . Scroll to see content

Soal Restrukturisasi Kredit, BTN Sebut Debitur Harus Proaktif

Rabu, 22 Juli 2020 - 08:10:00 WIB
Soal Restrukturisasi Kredit, BTN Sebut Debitur Harus Proaktif
Bank BTN. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan, restrukturisasi kredit menjadi salah satu program utama di tengah pandemi Covid-19. Namun, debitur harus proaktif untuk mengajukan restrukturisasi.

BTN mencatat, kredit yang sudah direstrukturisasi hingga Juni 2020 sekitar Rp30 triliun. Pada semester II-2020, nilai kredit yang direstrukturisasi diperkirakan mencapai Rp68 triliun.

Direktur Keuangan BTN, Nixon Napitupulu meminta debitur, terutama UMKM tak hanya menunggu bank menawarkan keringanan kredit.

"Tentang restructuring credit, mungkin memang harus agak proaktif ke banknya. Saya sarankan seperti itu. Jangan menunggu, jadi datang ke bank saja," ujarnya saat Pelatihan UMKM Akurat dengan Tema "Strategi Bisnis UMKM Tetap Berjaya di Era New Normal" di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Nixon mengatakan, debitur yang tidak mengajukan restrukturisasi kredit akan tetap ditagih angsurannya. Untuk itu, nasabah harus proaktif, sehingga bank akan melihat prospek usaha debitur ke depan. Jika dinilai baik, maka bank akan menyetujui permohonan tersebut.

"Kalau memang kooperatif, baik dan ke depannya tetap memiliki prospek, tidak ada alasan untuk tidak bisa direstrukturisasi," ujarnya.

Nixon menambahkan, pola restrukturisasi kredit bermacam-macam mulai dari keringanan angsuran pokok dan bunga, keringanan bunga saja atau pokok saja, hingga penurunan suku bunga.

Nixon mengakui, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat beberapa waktu lalu membuat interaksi bank dan nasabah terganggu. Bank kesulitan memperoleh data secara akurat.

"Waktu Covid-19 kemarin jujur mendapat data yang benar itu susah bahkan untuk akses ke nasabah terutama Jabodetabek seringkali tidak bisa akses karena jalannya ditutup tidak boleh masuk lingkungan perumahan tersebut dan lain sebagainya," tuturnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut