Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir dan Longsor Terjang Sri Lanka, 153 Orang Tewas 191 Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Sri Lanka Kehabisan Bensin dan Kekurangan Obat-obatan

Rabu, 18 Mei 2022 - 10:23:00 WIB
Sri Lanka Kehabisan Bensin dan Kekurangan Obat-obatan
PM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan, negara itu kehabisan BBM dan kekurangan obat-obatan. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

Pengemudi lain, Mohammad Naushad mengatakan, pom bensin tempatnya mengantre sudah kehabisan BBM.

"Kami sudah di sini sejak jam 7-8 pagi dan masih belum jelas apakah mereka akan memiliki bahan bakar atau tida. Kapan itu datang, tidak ada yang tahu. Apakah ada gunanya kami menunggu di sini, kami juga tidak tahu," tuturnya

Dipukul keras oleh pandemi Covid-19, kenaikan harga minyak dan pemotongan pajak populis oleh Rajapaksa berada di tengah krisis yang tak tertandingi sejak kemerdekaannya pada 1948. Kekurangan devisa yang kronis telah menyebabkan inflasi yang merajalela dan kekurangan obat-obatan, BBM, dan kebutuhan pokok lainnya, membawa ribuan orang turun ke jalan melakukan unjuk rasa.

Pengiriman diesel menggunakan jalur kredit India tiba di negara itu pada Minggu lalu, tetapi belum didistribusikan ke seluruh wilayah Sri Lanka.

"Meminta masyarakat untuk tidak mengantre atau mengisi ulang dalam tiga hari ke depan sampai 1.190 pengiriman SPBU selesai," kata Menteri Tenaga Kerja Kanchana Wijesekera.

Sementara Wickremesinghe belum mengumumkan menteri-menteri kunci termasuk jabatan penting menteri keuangan, yang akan bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional untuk bantuan keuangan yang sangat dibutuhkan negara itu.

Mantan Menteri Keuangan Ali Sabry telah mengadakan pembicaraan awal dengan pemberi pinjaman multilateral, tetapi dia berhenti bersama dengan Mahinda Rajapaksa pada minggu lalu.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut