Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang
Advertisement . Scroll to see content

Studi Sebut Utang Sri Lanka ke China Capai Rp114 Triliun

Senin, 05 Desember 2022 - 08:33:00 WIB
Studi Sebut Utang Sri Lanka ke China Capai Rp114 Triliun
Studi sebut utang Sri Lanka ke China capai Rp114 triliun. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SHANGHAI, iNews.id - China Africa Research Initiative (CARI) merilis perhitungan utang Sri Lanka kepada China. Sri Lanka disebut memiliki utang kepada China sebesar 7,4 miliar dolar AS atau Rp114,2 triliun. 

Utang tersebut sekitar 20 persen atau hampir seperlima dari utang luar negeri publiknya pada akhir tahun lalu. Porsi signifikan utang Sri Lanka ke China dilakukan oleh perusahaan milik negara dibanding pemerintah pusat. 

Sri Lanka yang mengalami krisis tengah melakukan restrukturisasi utang setelah salah urus ekonomi selama bertahun-tahun, ditambah dengan pandemi Covid-19, sehingga membuat negara itu jatuh dalam krisis ekonomi terburuk sejak merdeka dari Inggris pada 1948 dan berakhir pada gagal bayar. 

Adapun Export-Import Bank of China (EximBank) dan China Development Bank adalah dua pemberi pinjaman China terbesar. Menurut data yang dikumpulkan CARI di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, bank itu masing-masing menyumbang 4,3 miliar dolar AS dan 3 miliar dolar AS. 

China adalah kreditur bilateral terbesar Sri Lanka. Bersama dengan India dan Jepang, China menjadi bagian dari pembicaraan kreditur resmi untuk merestrukturisasi utang negara tersebut.

"China harus memainkan peran utama dalam proses restrukturisasi utang Sri Lanka," tulis peneliti CARI Umesh Moramudali dan Thilina Panduwawala dalam laporannya, dikutip dari Reuters, Senin (5/12/2022).

Negara Asia Selatan itu mulai melakukan pembicaraan dengan kreditur bilateral pada September lalu setelah mendapatkan kesepakatan dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 2,9 miliar dolar AS. Namun pembiayaan tidak akan mengalir sampai dewan IMF menyetujui kesepakatan tersebut, sebuah langkah yang memerlukan jaminan keuangan dari kreditur bilateral.

Pembicaraan terbaru yang awalnya diperkirakan terjadi pada awal bulan ini ditunda. Hal tersebut menimbulkan keraguan atas seberapa cepat pengerjaan ulang utang dapat berkembang.

Menurut laporan CARI, total utang luar negeri Sri Lanka mencapai 37,6 miliar dolar AS. Adapun utang mata uang asing bank sentral, termasuk pertukaran mata uang seebsar 1,6 miliar dolar AS dengan China, sehingga utang luar negeri publik meningkat menjadi 40,6 miliar dolar AS, di mana 22 persen berasal dari kreditur China.

Jumlah total utang yang dihitung CARI berbeda dari penghitungan pemerintah pada September lalu sebesar 46,6 miliar dolar AS. Itu karena tidak memasukkan utang mata uang keras lokal dan pinjaman ke beberapa perusahaan milik negara.

Kajian CARI juga mengidentifikasi enam pinjaman berbeda untuk pelabuhan laut dalam di Hambantota dari EximBank antara 2007 dan 2013 dengan nilai sekitar 1,3 miliar dolar AS. Perjanjian pinjaman memiliki klausul yang menyerahkan pinjaman ke hukum dan arbitrase yang mengatur China di hadapan Komisi Arbitrase Ekonomi dan Perdagangan Internasional China.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut