Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan
Advertisement . Scroll to see content

Subsidi Energi Bengkak, Masyarakat Diminta Bersiap karena RI Bukan Negara Kaya Minyak

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 15:16:00 WIB
Subsidi Energi Bengkak, Masyarakat Diminta Bersiap karena RI Bukan Negara Kaya Minyak
Subsidi energi bengkak, masyarakat diminta bersiap karena RI bukan negara kaya minyak. Foto: Sindonews
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Beban subsidi pemerintah untuk sektor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) menjadi yang terbesar mencapai lebih dari Rp500 tirliun. Karena itu, pemerintah harus melakukan pengaturan untuk penyaluran BBM bersubsidi

Menurut Ketua DPW Partai Perindo Yusuf Lakaseng, mengatasi masalah subsidi, tidak cukup dengan pemberian subsidi terus menerus kepada masyarakat. Namun harus segera dilakukan tindakan yang lebih strategis untuk menyudahi subsidi.

"Tahun depan pemerintah sudah harus memulai mempersiapkan psikologis masyarakat, bila perlu Pertalite dihapus karena daripada kepahitannya berulang," kata Yusuf dalam diskusi daring bertajuk Polemik: Untung Rugi BBM Subsidi, Sabtu (6/8/2022).

Dengan begitu, diharapkan masyarakat sudah mulai memahami harga psikologis untuk BBM. Karena menurut Yusuf, Indonesia bukan negara yang kaya minyak, di mana setiap tahun pemerintahan belanja minyak untuk masyarakat yang ditopang oleh APBN.

"Masyarakat harus bersiap bahwa Indonesia bukan negara yang kaya minyak kita hanya punya 0,02 persen dari cadangan minyak dunia," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut