Survei ILO: 70 Persen UMKM Berhenti Produksi Gara-Gara Covid-19

Aditya Pratama ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 17:20 WIB
Survei ILO: 70 Persen UMKM Berhenti Produksi Gara-Gara Covid-19

UMKM. (Foto: ilustrasi/Ant)

JAKARTA, iNews.id - Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, wabah virus corona berdampak signifikan terhadap para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak dari mereka yang menghentikan produksi akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Project Manager ILO SCORE Indonesia, Januar Rustandie mengatakan, survei yang dilakukan terhadap 571 pelaku UMKM menunjukkan pandemi Covid-19 berdampak serius terhadap arus kas (cashflow) perusahaan.

"Hasilnya mengejutkan bahwa walau waktunya hanya dua sampai tiga bulan, 70 persen UMKM menyatakan setop produksi," ujar Januar, Rabu (3/6/2020).

Dia menyebut, 70 persen UMKM yang terpaksa setop produksi kondisinya amat mengkhawatirkan. Mereka juga belum bisa memastikan apakah penghentian tersebut bersifat sementara atau untuk waktu seterusnya.

"Yang masih bisa bertahan hanya berjumlah 27,8 persen dari semua responden, kebanyakan dari mereka temporary stop karena mengalami pengurangan order," katanya.

Dari sepertiga UMKM yang masih bisa bertahan itu, kata Januar, sebagian besar dari mereka mencoba melakukan diversifikasi produk atau beralih ke online. Namun, hanya 1 dari 5 perusahaan yang berhasil.

"Itu pun mereka merespons kebutuhan baru seperti masker, hand sanitizer, dan sebagainya," ucapnya.

Januar mengatakan, 90 persen UMKM mengalami gangguan cashflow akibat penurunan omzet di tengah pandemi. Sebanyak 52 persen pelaku UMKM yang disurvei mengaku omzetnya turun hingga 50 persen dan 63 persen terpaksa merumahkan karyawan.

Editor : Rahmat Fiansyah