Survei Membuktikan Laba UMKM yang Adopsi Teknologi Digital Meningkat 17-25 Persen

Iqbal Dwi Purnama ยท Kamis, 02 Desember 2021 - 20:00:00 WIB
 Survei Membuktikan Laba UMKM yang Adopsi Teknologi Digital Meningkat 17-25 Persen
Ilustrasi UMKM. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Hasil survei Lembaga Independen Indonesia Services Dialogue (ISD) membuktikan laba UMKM yang mengadopsi teknologi digital meningkat sebesar 17-25 persen. 

ISD melakukan survei dengan respondon UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) secara random di Pulau Jawa dan Bali pada periode Februari - April 2021.

Hasil survei tersebut menunjukan bahwa 98,17 UMKM yang ada di Jawa-Bali sudah mengadopsi teknologi sebagai alat pemasaran dan penjualan produk.

Dalam survei tersebut ISD menggunakan 4 karakteristik responden yaitu, Industri Pengolahan sebsar 60,60 persen Perdagangan, Hotel dan Restoran sebanyak 31,68 persen, Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan perikanan sebesar 6,68 persen, serta transprotasi dan komunikasi sebesar 1,05 persen.

"Kita mencoba melihat sebenarnya adopsi digital yang dilakukan UMKM itu seberapa jauh, kemudian seberapa tergantung UMKM kita, dan melihat namanya digital goods dan digital services, dan pengaruhnya," ujar Executive Director ISD, Devi Ariyani, pada media briefing, Kamis (2/12/2021).

Berdasarkan hasil kajian tersebut, ISD menemukan mayoritas UMKM menggunakan teknologi digital untuk memasarkan produk sebesar 92 persen, operasi usaha 61 persen, dan pengiriman barang 59 persen.

Menurut dia, dengan mengadopsi teknologi digital, UMKM juga mengalami peningkatan pendapatan, laba atau keuntungan, aset usaha dan penetrasi konsumen. 

Untuk usaha mikro, setelah mengadopsi teknologi mampu meningkatkan pendapatan sebesar 24,16 persen, laba 22,46 persen. Dari sisi aset, usaha mikro mampu meningkatkan asetnya sebesar 18,17 persen di iringi oleh penetrasi konsumen mencapai 31,25 persen.

Kemudian untuk kategori usaha kecil mampu meningkatkan pendapatanmya berkat adopsi teknologi sebesar 29,27 persen, laba 25,68 persen, peningkatan aset hingga 25,12 persen dan mampu meningkatkan jumlah konsumen hingga 34,80 persen.

Sedangkan untuk kategori usaha Menengah digitalisasi mampu meningkatkan pendapatan sebanyak 20,63 persen, serta laba yang didapat meningkat 17,17 persen. Hal ini diikuti oleh meningkatnya Jumlah aset dan konsumen masing-masing 14,60 persen dan 22,50 persen.

ISD mencatat juga estimasi rata-rata pendapatan usaha pertahun untuk kategori usaha mikro hingga Rp84,96 juta, sedangkan pendapatan usaha mikro meningkat mencapai Rp1,82 miliar, dan usaha menengah hingga Rp33,17 miliar.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: