Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ketum Kadin Bertemu Menkeu Purbaya, Bahas Peluang Hilirisasi Semikonduktor
Advertisement . Scroll to see content

Tahap Awal Vaksinasi Gotong Royong, 165.000 Orang Disuntik Vaksin Covid-19

Selasa, 18 Mei 2021 - 14:22:00 WIB
Tahap Awal Vaksinasi Gotong Royong, 165.000 Orang Disuntik Vaksin Covid-19
Kegiatan vaksinasi Covid-19. (ANTARA/Nur Imansyah).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Program Vaksinasi Gotong Royong sudah dilaksanakan sejak 17 hingga 21 Mei 2021 mendatang. Jumlah peserta atau karyawan yang divaksin Covid-19 pada tahap awal tercatat sebanyak 165.000 orang.

Berdasarkan catatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dari jumlah tersebut, sebanyak 330.000 dosis vaksin Sinopharm disediakan PT Bio Farma (Persero). Adapun total perusahaan yang dibidik Kadin pada tahap satu program vaksinasi ini mencapai 180.000 perusahaan. 

Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, jumlah peserta yang mendaftar pada tahap awal masih sedikit jika dibandingkan dengan target partisipasi perusahaan dalam program vaksinasi mandiri kali ini. 

"Jadi, di tahap satu yang datang itu perusahaan swasta. Perusahaan swasta itu hanya dapat 165.000 peserta. Jadi, dengan jumlah yang seperti itu kan sedikit, memang belum banyak yang datang, jadi memang secara bertahap. Untuk itu, ada sekitar 180.000 perusahaan di luar UKM yang akan divaksin di tahap awal," ujar Shinta saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (18/5/2021). 

Kadin sudah membuka pendaftaraan bagi perusahaan untuk mendaftarkan karyawan dan keluarga karyawan dalam Vaksinasi Gotong Royong. Hingga saat ini, pendataan memasuki tahap tiga dan berakhir pada 21 Mei 2021 mendatang.

Meski begitu, Shinta enggan menyebut total keseluruhan perusahaan yang sudah mendaftarkan diri hingga tahap ketiga. Kadin, dia menegaskan, akan berupaya merealisasikan target pemerintah untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada 20 juta karyawan.   

Kadin juga akan memberhentikan sementara Vaksinasi Gotong Royong usai proses vaksinasi tahap tiga dilakukan. Pemberhentian itu karena pertimbangan suplai vaksin dan proses evaluasi pelaksanaannya. 

"Kalau targetnya dari pemerintah untuk vaksinasi gotong royong itu 20 juta. Tapi, kita lihat sekarang itu tergantung pada supply vaksinnya. Makanya, kita akan setop setelah tahap tiga. Kita evaluasi kembali kapan vaksin akan datang lagi. Bagaimana prosesnya, itu kita harus menunggu dari pemerintah karena penyediaan vaksin ada di Bio Farma," tutur Shinta. 

Holding BUMN Farmasi sendiri sudah menyediakan 500.000 dosis vaksin Sinopharm. Jumlah itu dikhususkan bagi pelaksanaan vaksinasi mandiri. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut