Tak Pernah Menyerah, Ini Kisah Veronika dan PNM Mekaar di Hari Anak Nasional
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar usaha nasabah berkembang, tetapi juga dari kesempatan yang dimiliki anak-anak mereka untuk meraih pendidikan yang layak.
"PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui pendampingan yang kami berikan, kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka," ujarnya.
Komitmen ini diwujudkan secara nyata melalui PNM Scholarship 2026, di mana sebanyak 1.590 anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM menerima beasiswa pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.
Sebuah langkah yang memastikan pemberdayaan PNM tidak berhenti pada ibu yang berjualan sayur di kebun, tetapi menjangkau pula anak-anak seperti Citra yang duduk di bangku sekolah dengan mimpi yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Citra juga menjadi salah satu penerima beasiswa dari PNM agar satu tanggungan Veronika mulai bisa dilepas.
Kisah Veronika dan Citra adalah kisah yang terjadi di jutaan rumah tangga prasejahtera di seluruh Indonesia. Saat para ibu memilih untuk tidak menyerah, dan anak-anaknya tumbuh menjadi bukti hidup dari pilihan itu.
Di momentum Hari Anak Nasional 2026, PNM meyakini bahwa mendukung perempuan prasejahtera berarti sekaligus mendukung masa depan anak-anak mereka. Ketika seorang ibu punya akses, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkembang, anaknya pun mendapat kesempatan yang lebih besar untuk bermimpi, belajar, dan meraih kehidupan yang lebih baik.
Citra boleh bercita-cita setinggi langit, karena di Kampung Wae Moto ada seorang ibu yang setiap harinya turun kekebun, memastikan mimpi itu punya tanah untuk bertumbuh.
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM
Editor: Rizqa Leony Putri