Target Kontrak PT PP Hampir Tercapai

Koran SINDO · Rabu, 27 Desember 2017 - 09:10:00 WIB
Target Kontrak PT PP Hampir Tercapai
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) meraih kontrak baru senilai Rp 3,9 triliun sepanjang bulan November 2017. Dengan perolehan itu, PT PP berhasil membukukan total kontrak baru selama sebelas bulan tahun ini senilai Rp37,4 triliun atau mencapai 92 persen dari target hingga akhir tahun Rp40,6 triliun.

Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan, kontrak baru pada bulan lalu tersebut terbagi atas kontrak baru dari PT PP induk senilai Rp 2,1 triliun dan entitas anak usaha Rp1,8 triliun.

”Untuk tahun 2017, PT PP memiliki target kontrak baru sebesar Rp40,6 triliun atau naik sebesar 25 persen dibandingkan realisasi kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp32,6 triliun,” kata Tumiyana, Selasa (26/12/2017).

Berbagai kontrak baru yang diperoleh PT PP induk selama November 2017 di antaranya meliputi jalan tol Serang- Panimbang (Paket 2 Simpang Susun) Rp546 miliar, Bendungan Lausimeme Rp422 miliar, Gedung ASEAN Rp407 miliar, Apartemen Sky High KOAPGI Rp350miliar, dan PLTD Senayan 100 MW Rp199 miliar.

Sementara itu, entitas anak PT PP Presisi Tbk juga memberikan kontribusi kontrak baru Rp1,5 triliun (setelah eliminasi) disusul PT PP Properti Tbk Rp235 miliar (setelah eliminasi) selama November 2017.

Berdasarkan tipe pekerjaan, PT PP memiliki portofolio kontrak baru yang beragam. Kontribusi terbesar disumbangkan segmen bangunan gedung sebesar Rp21,2 triliun atau 57 persen dari total kontrak baru selama 11 bulan di 2017. Segmen jalan jembatan dan segmen EPC merupakan kontributor kontrak baru terbesar ke-2 dan ke-3 bagi PT PP dengan masing-masing sebesar Rp6,8 triliun dan Rp5,8 triliun, yang setara dengan 18 persen dan 15 persne dari total kontrak baru.

Dengan demikian, tiga segmen ini memberikan kontribusi Rp33,8 triliun atau setara dengan 90% dari total kontrak baru yang dimenangkan oleh PT PP selama Januari hingga November 2017,” ujar Tumiyan.

Berdasarkan project owner, segmen BUMN mendominasi portofolio kontrak baru PT PP hingga November 2017 dengan kontribusi sebesar 60,8% dari total kontrak baru, disusul segmen swasta 27,6% dan segmen pemerintah 11,6 persen.

”Karakteristik penyerapan anggaran pemerintah dan BUMN berbeda dengan swasta, di mana penyerapan terbesar umumnya terjadi di semester II, terutama di kuartal IV,” ujar Tumiyana.

Dengan pola seperti ini, menurut dia, PT PP optimistis target kontrak baru masih dalam jangkauan.  Bahkan tidak tertutup kemungkinan dapat sedikit lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan perseroan sebelumnya.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji menjelaskan, apabila target Rp40,6 triliun tersebut mampu tercapai hingga akhir Desember 2017, hal tersebut akan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham PT PP.

Dia juga merekomendasikan beli saham PT PP dengan target harga jangka panjang di level Rp3.700 per saham. Untuk catatan pada akhir pekan lalu, harga saham PT PP ditutup pada level Rp2.590 per saham.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda