Tarif Parkir di Jakarta Naik, Pengamat: Tak Ada Korelasi dengan Pendapatan Daerah

Advenia Elisabeth ยท Selasa, 22 Juni 2021 - 22:02:00 WIB
Tarif Parkir di Jakarta Naik, Pengamat: Tak Ada Korelasi dengan Pendapatan Daerah
Ilustrasi parkir kenadaraan bermotor. (Foto/Ilustrasi : iNews)

JAKARTA, iNews.id – Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan  pemberlakuan kenaikan tarif parkir mobil dan motor di DKI Jakarta tidak akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan daerah.  

Menurut dia, kebijakan itu justru lebih berpengaruh mengontrol penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Kenaikan tarif parkir itu sah-sah saja. Karena dibanyak negara, tarif parkir memang sengaja dibuat tinggi. Itu untuk mengontrol penggunaan mobil pribadi,” ujar Piter, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (22/6/2021).

Dia menjelaskan, kenaikan tarif parkir dengan pendapatan daerah tidak ada korelasinya. Pasalnya, ketika jumlah pemanfaatan parkir menurun akibat tarif yang tinggi, maka pendapatan daerah dari retribusi parkir juga akan menurun. 

"Jadi kenaikan itu diikuti dengan penurunan penggunaan mobil pribadi. Sehingga secara keseluruhan penerimaannya tidak banyak naiknya,” kata Piter.

Meski demikian, lanjutnya, pengenaan tarif parkir yang tinggi harus imbangi dengan instrumen-instrumen yang lainnya sehingga ketika semua sudah matang, pemberian kenaikan tarif tersebut layak diberlakukan.

Dia mengungkapkan, penerapan tarif parkir yang tinggi merupakan sarana untuk mengontrol pemanfaatan mobil pribadi. Hanya saja pemanfaatan penggunaan tarif parkir untuk mengontrol kendaraan itu harus dilakukan tidak secara parsial. 

"Banyak hal yang harus disiapkan. Jadi sekali lagi, tujuannya itu untuk mengontrol. Bukan untuk menaikan pendapatan,” tutur Piter.

Editor : Jeanny Aipassa