Temui Luhut, CEO Air Products Bahas Peluang Investasi di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Jajaran direksi CEO Air Products and Chemical Inc menyambangi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Jajaran Air Products & Chemical Inc dipimpin langsung oleh sang CEO, Seifi Ghasemi.
Pertemuan antara Seifi dan Luhut berlangsung sekitar 30 menit. Dalam pertemuan tadi, Seifi menyebut pihaknya membicarakan kemungkinan untuk melakukan investasi di Tanah Air. "Kita bicara investasi di Indonesia, kita perusahaan Amerika dan tertarik untuk berinvestasi di negara Anda (Indonesia). Jadi, tadi kami mendiskusikan hal tersebut," ujar Seifi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (31/1/2020).
Saat disinggung kemungkinan investasi di bidang batu bara untuk investasi, Seifi menyebut tidak membicarakan hal tersebut dan mengaku membicarakan keseluruhan. "Tidak ada yang spesifik. Diskusi kita secara umum dan general," kata dia.
Sebelumnya, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Air Products & Chemicals, Inc telah melakukan pertemuan dengan Kementerian BUMN terkait dengan proyek hilirisasi batubara pada Rabu malam (29/1/2020). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri BUMN, Direktur Utama PTBA, dan CEO Air Products.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir menyambut baik kesiapan dan komitmen Bukit Asam dan Air Products dalam menjalankan hilirisasi batubara. “Kami menyambut baik investasi industri hilirisasi batubara ini, di mana keberadaan batubara akan memiliki nilai tambah dan akan sangat membantu ketergantungan Indonesia atas impor elpiji, dengan mengubah batubara menjadi DME,” ujar Erick Thohir.
Hilirisasi batubara diyakini dapat mengurangi nilai impor gas Indonesia hingga sekitar 1 miliar dolar AS per tahun. Total investasi untuk pengembangan gasifikasi ini adalah 3,2 miliar dolar AS, dimana Air Products bertindak sebagai investor di bisnis Upstream dan Downstream.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin, menyatakan bahwa melalui hilirisasi, batubara berkalori rendah akan diubah menjadi produk lain yang memiliki nilai tinggi dengan menggunakan teknologi gasifikasi. Teknologi ini akan mengkonversi batubara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether (DME), Methanol, dan Mono Ethylene Glycol (MEG).
Proyek hilirisasi batubara ini direncanakan akan memproduksi 1,4 juta ton DME, 300 ribu ton Methanol, dan 250 ribu ton MEG. Saat ini studi kelayakan sudah selesai dan masuk ke tahap FEED dan EPC. Pabrik ini diharapkan dapat beroperasi di akhir 2023.
Editor: Ranto Rajagukguk