Terang Dunia Internusa Listing Awal Februari, Cek Laporan Keuangannya
JAKARTA, iNews.id - PT Terang Dunia Internusa Tbk akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Februari mendatang. Produsen sepeda, sepeda listrik, moped dan motor listrik merek United ini akan tercatat dengan kode saham UNTD.
Per Juli 2023, perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp46 miliar, melesat 114,12 persen dari periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp21,47 miliar. Adapun, kenaikan laba periode berjalan perseroan terutama karena kenaikan penjualan yang signifikan pada tahun 2023.
Di samping itu, penjualan perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Juli 2023 tercatat sebesar Rp479,77 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 93,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kenaikan penjualan perseroan terutama disebabkan oleh program clearance sale yang dijalankan perseroan mulai akhir tahun 2022 untuk produk sepeda dan suku cadang tertentu,” dikutip dari prospektus, Minggu (21/1/2024).
Aksi Korporasi Sepekan di BEI: 6 Perusahaan Listing hingga Pencatatan Obligasi
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan per Juli 2023 tercatat sebesar Rp369,81 miliar, naik hingga 112,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 lalu. Kenaikan beban pokok penjualan perseroan terutama disebabkan oleh beban pokok atas produk sepeda dan suku cadang tertentu yang dijual melalui program clearance sale yang dijalankan mulai akhir tahun 2022.
Citra Nusantara Gemilang Listing Besok, Cek Laporan Keuangannya
Sementara itu, total aset perseroan per tanggal 31 Juli 2023 berjumlah Rp832,59 miliar atau naik 9,1 persen dibandingkan akhir Desember 2022 lalu yang sebesar Rp69,63 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan piutang usaha sebagai dampak dari kenaikan penjualan perseroan.
Dalam gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), UNTD menawarkan sebanyak 1,66 miliar saham atau 25 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.
Saat ini perseroan memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding hingga 22 Januari 2024 mendatang. Perseroan pun telah menetapkan harga bookbuilding sebesar Rp170-Rp240 per saham, dengan potensi perolehan dana segar sebesar Rp400 miliar.
Seluruh dana hasil dari penawaran umum perdana saham ini, akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, yaitu melakukan pembelian bahan baku sepeda motor listrik dan EMoped, antara lain untuk pembelian frame, baterai, dinamo, wheel-set, multi-information display (spidometer digital, GPS), brake system, dan suspension.
Editor: Aditya Pratama