Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Keselamatan Kerja di Industri Perlu Diperhatikan

Antara, Sindonews ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 22:09 WIB
Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Keselamatan Kerja di Industri Perlu Diperhatikan

Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), sejumlah pihak termasuk swasta dituntut menerapkan protokol kesehatan ketat. (Foto:

JAKARTA, iNews.id - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), sejumlah pihak termasuk swasta dituntut menerapkan protokol kesehatan ketat. Ini terutama terkait keselamatan kerja di tempat produksi atau pabrik.

Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta pemerintah untuk lebih memperketat dan mengawasi protokol Covid-19 untuk industri menyusul penutupan sementara pabrik Unilever di Cikarang.

"Kemenperin (Kementerian Perindustrian) pernah mengatakan akan mengeluarkan protokol kesehatan untuk industri. Nah ini kuncinya, perlu pengawasan ketat dan detail," ujar pengamat ekonomi Indef, Andry Satrio Jumat (3/7/2020).

Upaya penerapan keselamatan kerja telah diterapkan pabrik Sarihusada Yogya, yang merupakan bagian dari Danone Specialized Nutrition Indonesia (DSNI). Mereka pun memenangkan Penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Award dari Organisasi Keselamatan Dunia (World Safety Organization) cabang Indonesia karena prestasi dalam menerapkan budaya keselamatan kerja.

Pabrik yang terletak di pusat kota Yogyakarta itu menjadi salah satu dari tiga perusahaan penerima Penghargaan Kategori Emas karena berhasil mendapat skor tertinggi dalam menjalankan program budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan telah mencapai hasil budaya K3 yang terbaik.

"Kami bangga karena dari 50 perusahaan terpilih, hanya 3 perusahaan termasuk Sarihusada mendapat kategori Emas," kata Arif Sosiawan, Factory Manager Pabrik Sarihusada Yogya melalui rilisnya.

Pabrik Sarihusada Yogya mulai beroperasi sejak tahun 1954 hingga saat ini dan didukung 261 karyawan. Pabrik Sarihusada Yogya merupakan bagian dari empat pabrik yang dimiliki oleh Danone SN Indonesia.

Arif mengatakan, pabrik Sarihusada Yogya senantiasa mendorong dan menerapkan protokol keselamatan kerja yang ketat mengikuti protokol budaya K3 dan standar keselamatan dasar.

Untuk menjaga kualitas penerapan protokol K3, tim dari Danone Global maupun dari auditor independent serta Pemerintah mengaudit pabrik Danone SN Indonesia setiap tahunnya.

"Pabrik Yogya juga berhasil mencatatkan 4.109.418 jam tanpa kecelakaan kerja per 30 Juni 2020. Kami akan terus menjaga standar keselamatan kerja agar kami dapat terus menjadi role model dalam keselamatan kerja," tambah Arif.

World Safety Organization (WSO) adalah asosiasi profesional internasional dalam bidang keselamatan kerja. WSO didirikan pada 1975 di Manila, Republik Filipina sebagai hasil dari pertemuan lebih dari 1.000 profesional keselamatan dari semua benua di Kongres Keselamatan dan Kecelakaan Kerja Dunia.

Editor : Dani Dahwilani