Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten dengan Energi Transisi
Advertisement . Scroll to see content

Terbukti Tangguh, BRI Miliki Permodalan dan ROE yang Kuat pada Waktu Bersamaan

Selasa, 19 September 2023 - 14:36:00 WIB
Terbukti Tangguh, BRI Miliki Permodalan dan ROE yang Kuat pada Waktu Bersamaan
BRI memiliki permodalan kuat dengan rasio laba terhadap modal sehat hingga semester I-2023 pada waktu yang bersamaan. (Foto: dok BRI)
Advertisement . Scroll to see content

BRI saat ini memegang kepercayaan tinggi dari investor dan sebagai listed company. Penting untuk diketahui bahwa BRI fokus untuk menjaga kinerja secara berkelanjutan.

“Komitmen kami untuk me-leverage kapital BRI yang tinggi. Untuk itu, perlu ditunjukkan bahwa BRI mampu tumbuh secara benar,” tuturnya.

Di sisi lain, BRI pun mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan Non Performing Loan (NPL) 2,95 persen. Untuk bank yang bergerak di segmen UMKM, Sunarso menyebut level tersebut masih wajar dan sesungguhnya menunjukkan bahwa kualitas aset BRI sangat baik.

“NPL-nya terkendali terkelola dengan baik, maka wajar kalau balance sheet yang sehat itu menghasilkan profitabilitas yang baik. Di mana selama enam bulan di 2023 ini, net profit BRI mencapai Rp29,6 triliun secara year on year atau tumbuh 18,8 persen,” ucapnya. 

Pertumbuhan tersebut, lanjut Sunarso, merupakan realisasi janji kinerja BRI kepada stakeholders, terutama shareholder. Di mana perseroan optimistis dapat membukukan laba yang tetap baik dan tumbuh. 

Kinerja tersebut, disebut Sunarso masih sangat atraktif, di tengah industri perbankan secara global saat ini dihadapkan pada situasi inflasi tinggi sehingga bank sentral melakukan pengetatan likuiditas di pasar.

“Likuiditas kami terkelola dengan baik. Loan to Deposit Ratio kami berada di level 87 persen. Kalau ditanya likuiditas aman nggak? Saya jawab, sangat aman. Tapi masih dapat dioptimalkan," ujarnya. 

Menurutnya, loan to deposit ratio yang optimal berkisar antara 90-92 peren.

"Masih perlu didorong lagi untuk menumbuhkan kredit, sampai LDR di level yang optimal kepala 9. Artinya tidak ada isu likuiditas, yang ada adalah bahwa kita harus mampu terus tumbuh dan menjaga kualitas, menjaga kualitas pertumbuhan,” ucapnya penuh optimisme.

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut