Terdampak Covid-19, Airbus PHK 15.000 Karyawan di Seluruh Dunia

Djairan ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 06:36 WIB
Terdampak Covid-19, Airbus PHK 15.000 Karyawan di Seluruh Dunia

Raksasa pabrikan pesawat Airbus SE mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 15.000 karyawan di seluruh dunia. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Raksasa pabrikan pesawat Airbus SE mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 15.000 karyawan di seluruh dunia. Langkah tersebut sebagai upaya perusahaan menghadapi krisis yang disebabkan pandemi Covid-19.

Produsen pesawat Prancis tersebut menyatakan, pemangkasan jumlah pekerja merupakan bagian dari pengurangan 11 persen total karyawan di dunia. CEO Airbus Guillaume Faury menyebutkan produksi perusahaan menurun hingga 40 persen, akibat anjloknya permintaan pesawat, terlebih dalam bisnis jet senilai Rp883,37 triliun.

"Krisis yang kami hadapi di sektor penerbangan akan memiliki dampak panjang, dan pengaruhnya sangat besar, maka perusahaan harus melakukan upaya lebih struktural dan luas, kita perlu bertindak dari sekarang untuk menghadapi situasi baru ini,” ujar Faury dikutip dari Bloomberg, Rabu (1/7/2020).

Airbus berencana mem-PHK 5.000 pekerja di Prancis, 6.000 di Jerman, 900 di Spanyol, 1.700 di Inggris, dan 1.300 di negara lain hingga pertengahan 2021. Namun dalam pelaksanaanya, Faury menyebut, perusahaan akan terlebih dahulu mengutamakan tindakan pengunduran diri secara sukarela, seperti misalnya pensiun dini, dan menjadikan PHK sebagai upaya terakhir.

Serikat buruh di Inggris menyebut langkah yang diambil Airbus akan berakibat fatal terhadap penambahan angka pengangguran. Sementara serikat buruh yang berhaluan keras di Prancis mengatakan, mereka akan menentang PHK besar-besaran tersebut.

Airbus harusnya bisa mempertahankan para pekerja, seiring dengan langkah Presiden Emmanuel Macron yang mengumumkan paket 15 miliar euro sebagai dukungan untuk penerbangan. “Jumlah PHK yang diumumkan Airbus berlebihan. Kami berharap Airbus sepenuhnya menggunakan instrumen yang diberlakukan pemerintah untuk mengurangi PHK,” kata pihak Kementerian Keuangan Prancis.

Sementara itu, pemerintah Prancis menyatakan menolak tindakan PHK di perusahaan-perusahaan yang sahamnya dimiliki pemerintah, termasuk Renault SA, Air France-KLM dan sekarang Airbus, meskipun pembenahan diperlukan mengingat goncangan ekonomi.

Sebelumnya, Air France mengumumkan PHK kepada sekitar 7.500 karyawan. Airbus sendiri memiliki sekitar 135.000 karyawan di seluruh dunia, dengan hampir 81.000 karyawan di divisi penerbangan komersial.

Di pihak lain, pesaingnya Boeing memangkas lebih dari 12.000 karyawan di AS. Termasuk 6.770 PHK yang disebabkan grounding pesawat 737 MAX, yang bersaing dengan A320 versi terbaru.

Editor : Dani Dahwilani