Terdorong Kinerja Fundamental yang Apik, BRIS Tembus Rp2.700
Kendati demikian, BRIS pada perdagangan Selasa ditutup di level Rp2.480 dan mendorong kapitalisasi pasar atau market cap BSI menjadi Rp114,4 triliun.
‘’Kenaikan saham BRIS sejalan dengan market yang juga hijau, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.352,6 atau terapresiasi 0,77 persen,’’ kata Head of Investor Relation PT Bank Syariah Indonesia Tbk Rizky Budinanda menjelaskan secara terpisah.
Indeks Financial pada periode hari yang sama juga positif dengan pertumbuhan 1,24 persen dan secara YTD sektor finansial telah tumbuh 5,11 persen. Selain itu, terdapat pula foreign inflow dengan posisi net buy mencapai Rp1,41 triliun. Investor asing tercatat telah melakukan net buy selama delapan hari perdagangan berturut-turut sejak 6 Februari 2024 dengan total sekitar Rp12,12 triliun.
Adapun aliran dana asing ke bursa juga telah terlihat sejak awal tahun dengan total mencapai Rp22,3 triliun. Kondisi market tersebut juga tercermin di dalam komposisi kepemilikan saham institusi di saham BSI yang diperdagangkan mendominasi dengan angka 76,2 persen di mana sekitar 48 persen merupakan kepemilikan saham oleh institusi asing.
Di sisi lain, kinerja saham BRIS yang menghijau seiring pula dengan kinerja fundamental industri perbankan nasional yang moncer sepanjang 2023, termasuk BSI. Hal tersebut setidaknya bisa dilihat dari kinerja fundamental induk usaha BRIS, yaitu BMRI yang mencatatkan laba bersih Rp55,06 triliun, BBRI sebesar Rp60,1 triliun, dan BBNI Rp21 triliun.