Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RDMP Balikpapan Siap Diresmikan Bulan Ini, Mulai Produksi April 2026
Advertisement . Scroll to see content

Terkendala Izin, Realisasi Investasi Sektor Minerba Baru Tercapai Rp1,38 Triliun

Senin, 07 Juni 2021 - 17:44:00 WIB
 Terkendala Izin, Realisasi Investasi Sektor Minerba Baru Tercapai Rp1,38 Triliun
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor mineral dan batu bara (minerba) baru mencapai Rp1,38 triliun dari total target tahun 2021 yang sebesar Rp5,9 triliun.

Menurut Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, ada beberapa kendala terutama di sisi perizinan, sehingga realisasi investasi minerba baru mencapai Rp1,38 triliun.

"Beberapa kendala yang kami hadapi di lapangan antara lain masalah perizinan AMDAL, izin pinjam pakai kawasan hutan, kondisi tata ruang dan kondisi pasar karena belum ada pembeli dan negosiasi kontrak yang belum tuntas," ujar Ridwan, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (7/6/2021).

Menurut dia, ada juga kendala pembebasan lahan karena lahan tersebut merupakan lahan adat sehingga ada masalah konflik sosial dengan masyarakat. 

"Ada juga kendala cuaca seperti curah hujan yang tinggi dan tentunya juga pandemi Covid-19," ungkap Ridwan.

Untuk meningkatkan investasi, lanjut Ridwan, pemerintah memberi dukungan kepada badan usaha berupa fasilitas penyusunan informasi peluang investasi berupa memo project potensial, market sounding, harmonisasi regulasi aplikasi OSS dengan integrasi sistem.

"Kami juga mendukung badan usaha dalam hal tata ruang pengelolaan kawasan hutan serta masalah lingkungan," tutur Ridawan.

Dari sisi pendapatan, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP minerba hingga 31 Mei 2021 telah mencapai Rp22,34 triliun atau 54,5 persen dari total target tahun 2021 sebesar Rp39,1 triliun.

"Penggunaan aplikasi elektronik e-PNBP yang kami gunakan sangat membantu dan juga membuat tata kelola yang lebih baik," kata Ridwan.

Adapun progres produksi komoditas mineral seperti feronikel mencapai 568.200 ton dari target 2,107 juta ton. Kemudian nikel pig iron mencapai 302,4 ribu ton dari target 901.000 ton dan emas realisasinya mencapai 8,7 ton dari target 81,9 ton.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut