Terpilih Jadi Desa Wisata Terbaik, Ini 6 Keunikan Kampung Blekok di Situbondo

Advenia Elisabeth ยท Sabtu, 18 September 2021 - 11:20:00 WIB
 Terpilih Jadi Desa Wisata Terbaik, Ini 6 Keunikan Kampung Blekok di Situbondo
Pemandangan alam di Kampung Blekok, Situbondo, Jawa Timur, yang terpilih menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik, di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. (Foto: Istimewa)

SITUBONDO, iNews.id - Desa Wisata Kampung Blekok, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terpilih sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. 

Konsep ekowisata serta keindahan alam yang dimiliki menjadikan Kampung Blekok patut dimasukkan dalam list destinasi wisata. Ada beberapa keunikan yang bisa dinikmati pengunjung saat berwisata ke Kampung Blekok. 

Keunikan pertama, pohon mangrove yang tersebar di hamparan hutan seluas 29,6 hektare. Jenis mangrove yang berada di Kampung Blekok pun bermacam-macam, antara lain mangrove Rhizopora stylosa, Avicennia alba, dan Rizhopora mucronata. 

Kedua, kawasan hutan mangrove di Kampung Blekok didiami ribuan burung. Selain burung blekok, yang menjadi ciri khas kampung di Situbondo ini, ada juga 13 jenis burung air, yaitu kuntul besar, kuntul kecil, kuntul kerbau, blekok sawah, cangak merah, kowak malam, trinil, gajahan penggala, kareo padi, kokokan laut, dan cerek jawa.

Hal yang unik dari burung blekok adalah mereka sangat suka hidup berkelompok. 
Sehingga ribuan burung ini akan terbang secara koloni pada jam lima pagi untuk mencari makan di tempat lain, dan pulang ke tempat asal pada jam lima sore. 

Ketiga, wisatawan yang berkunjung ke Kampung Blekok dapat ikut serta dalam kegiatan penangkaran burung. Masyarakat di kampung ini membuat penangkaran burung blekok berbentuk jaring yang unik. Saat ini burung blekok yang dibudidayakan berjumlah 15 burung. 

Saat mengikuti kegiatan penangkaran, wisatawan dapat mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari penangkapan burung air, merawat burung yang sedang sakit, membebaskannya kembali dari penangkaran jika sudah siap, serta mempelajari berbagai jenis mangrove dan burung dengan melakukan scan barcode yang telah disediakan di tiap-tiap papan nama.

Keempat, salah satu keunikan yang menjadi daya tarik desa ini adalah pemandangan pegunungan yang indah, disertai hamparan laut biru yang luas. Wisatawan akan dimanjakan dengan lukisan alam yang sangat indah, yakni melihat terbenamnya matahari, dan menyaksikan ribuan burung blekok yang terbang kembali ke sarang.

Kelima, kuliner khas berbahan dasar manggrove dan ikan. Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Blekok dapat mencoba sensasi berbagai olahan kuliner dari mangrove, seperti kue dan keripik dari daun-daun dan tepung biji mangrove.

Ada pula petis ikan yang digunakan masyarakat setempat untuk menyajikan rujak petis dengan buah-buahan segar. Ada juga makanan khasnya seperti sate lalak dan tajin palapa.

Keenam, masyarakat Kampung Blekok juga membuat beberapa kerajinan unik yang dapat dikoleksi pengunjung. Ada kerajinan alat musik dari sampah, odheng atau penutup kepala khas Situbondo, juga kerajinan kayu dan kerang. 

Produk kreatif dari pengrajin Kampung Blekok biasanya dikirim ke Bali, Lombok, Malang, dan beberapa tempat wisata lainnya. Namun selama pandemi, produksi para pengrajin menurun seiring berkurangnya permintaan.

Pendapatan para pengrajin sebelum pandemi biasanya berkisar antara Rp100.000 - Rp150.000 perhari. Namun semenjak pandemi, pendapatan mereka berkurang menjadi Rp20.000 - Rp25.000 perhari.

Dengan adanya ajang ADWI 2021, diharapkan dapat memberikan semangat untuk Desa Wisata Kampung Blekok agar terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas desanya, menjadi desa wisata yang unggul dan berdaya saing.

“Saya senang karena Desa Wisata Kampung Blekok ini memiliki konservasi hutan mangrove. Jadi, semakin banyak hutan mangrove di daerah Situbondo, jumlah oksigen juga akan semakin meningkat. Dan kawasan ini dapat menjadi rumah bagi burung-burung yang kehilangan habitatnya,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat melakukan visitasi ke Desa Wisata Kampung Blekok, Situbondo, Jumat (17/9/2021).

Menurut dia, untuk mempertahankan Kampung Blekok sebagai salah satu desa wisata pilihan, semua komponen di kampung tersebut membutuhkan 3C (commitment, competence, dan champion). 

"Tentunya, Kampung Blekok ini memerlukan dukungan dari semua pihak, karena kita ingin menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya untuk masyarakat di Kabupaten Situbondo,” kata Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno juga turut memberikan nama salah satu burung blekok, dengan sebutan Adwi. Lantaran Kampung Blekok ini terpilih sebagai salah satu desa wisata terbaik di tanah air.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: