Terungkap, Garuda Indonesia Hanya Punya 6 Pesawat

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 11 Juni 2021 - 15:39:00 WIB
Terungkap, Garuda Indonesia Hanya Punya 6 Pesawat
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan hanya memiliki 6 pesawat dari 142 armada yang dioperasikan. Sedangkan 136 armada lainnya berstatus sewa dari lessor pesawat

Pernyataan itu, disampaikan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam keterbukaan informasi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/6/2021). 

Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen Garuda Indonesia menjelaskan bahwa akibat krisis keuangan, perseroan memutuskan untuk mengembalikan 89 armada kepada pihak penyewa atau lessor pesawat. 

Dengan demikian, Garuda Indonesia hanya akan mengoperasikan 53 pesawat saja, yang terdiri dari 6 pesawat milik perseroan, dan 47 pesawat berstatus sewa. 

"Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama masa pandemi berkurang sehingga yang saat ini dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan ada pada kisaran 53 pesawat," tulis manajemen Garuda Indonesia dalam Keterbukaan Informasi kepada BEI. 

Dijelaskan, jenis pesawat yanh dioperasikan Garuda Indonesia terdiri dari Boeing 777-300, Boeing 737-800, Boeing 737-8 Max, Airbus A330-200, Airbus A330-300, Airbus A330-900, CRJ1000 NextGen, dan ATR 72-600.

Sebelumnya, pemegang saham mencatat hanya ada 50 pesawat Garuda Indonesia yang dioperasikan manajemen. Minimnya operasional maskapai penerbangan pelat merah disebabkan terbatasnya cash flow perusahaan.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo menyebut, ada sejumlah tindakan yang dilakukan pemegang saham saat ini. Misalnya penundaan pembayaran, pengembalian sejumlah armada kepada lessor. 

Pemerintah pun tengah melakukan kajian bersama penasehat atau tim konsultan keuangan untuk membahas skema restrukturisasi dengan kreditur Garuda Indonesia. 

"Saat ini beroperasi minimum sekitar 50-an pesawat, kita harus mengambil tindakan yang drastis, maka ini tinggal tunggu waktu karena cash flow terbatas, setiap bulan minus, kami sedang lakukan kajian dengan para advisor untuk mengambil tindakan dengan kreditur," ujar Tiko sapaan akrab Kartika dikutip, Kamis kemarin. 

Dia memaparkan, selama ini manajemen juga sudah melakukan penundaan pembayaran baik ke lessor, maupun perusahaan pelat merah lain seperti PT Angkasa Pura.

Editor : Jeanny Aipassa