Tingkatkan Bisnis E-commerce, TikTok Bakal Investasi Miliaran Dolar di Indonesia
Seperti diketahui, TikTok memiliki 8.000 karyawan di Asia Tenggara, dan 2 juta pedagang kecil Indonesia menjual dagangannya di platform video tersebut. Transaksi e-commerce di seluruh wilayah mencapai hampir 100 miliar dolar AS tahun lalu, dengan Indonesia menyumbang 52 miliar dolar AS, menurut data konsultan Momentum Works.
TikTok memfasilitasi 4,4 miliar dolar AS transaksi di seluruh Asia Tenggara pada tahun lalu, naik dari 600 juta dolar AS di 2021. Namun, angka ini masih tertinggal jauh di belakang penjualan merchandise regional Shopee sebesar 48 miliar dolar AS pada tahun 2022, menurut data Momentum Works.
Adapun, rencana investasi TikTok muncul ketika perusahaan menghadapi pengawasan dari beberapa pemerintah dan regulator karena kekhawatiran bahwa Beijing dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk mengambil data pengguna atau untuk kepentingannya.
Negara-negara termasuk Inggris dan Selandia Baru telah melarang aplikasi tersebut di ponsel pegawai pemerintah. TikTok menyebut langkah tersebut didasarkan pada kesalahpahaman mendasar dan didorong oleh geopolitik yang lebih luas.
TikTok berulang kali membantah bahwa mereka pernah membagikan data dengan pemerintah China dan mengatakan perusahaan tidak akan melakukannya jika diminta.
Aplikasi ini tidak menghadapi larangan besar pada perangkat pemerintah di Asia Tenggara. Namun, kontennya telah diawasi dengan cermat.
Editor: Aditya Pratama