Tol Trans Sumatera Terancam Mandek, Hutama Karya Ajukan Tambahan PMN Rp19 Triliun 

Giri Hartomo · Jumat, 29 Januari 2021 - 18:16:00 WIB
Tol Trans Sumatera Terancam Mandek, Hutama Karya Ajukan Tambahan PMN Rp19 Triliun 
Hutama Karya tengah mengajukan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah. (Foto: Antaranews)  

JAKARTA, iNews.id - Pembangunan jalan Tol Trans Sumatera terancam berhenti pengerjaannya. Proyek penugasan yang diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) ini kekurangan dukungan dana karena defisit sebesar Rp60 triliun.  

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan pihaknya sedang mengajukan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah. PMN ini akan digunakan untuk melanjutkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera.  

"Perusahaan saat ini sedang mengajukan tambahan PMN sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah," ujarnya dalam keterangan pers Jumat (29/1/2021). 

Pada tahun ini, Hutama Karya akan menerima tambahan PMN yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun. Sedangkan pada tahun lalu, Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar Rp3,5 triliun.  

"Di tahun 2021 sendiri, Hutama Karya akan menerima tambahan PMN sebesar Rp6,2 triliun yang telah dianggarkan pemerintah dalam RAPBN," ucapnya.  

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan tambahan anggaran PMN yang berasal dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp7,5 triliun. Dengan tambahan anggaran itu membuktikan jika pemerintah cukup serius menyelesaikan proyek jalan tol di Sumatera tersebut.  

Menurut Fauzan, di tengah pandemi Covid-19 pembangunan infrastruktur tetap harus terus berjalan. Sebab itu, Hutama Karya menyiasati penyelesaian PSN yang dimana dalam pelaksanaannya menjadi program prioritas dari pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. 

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: