Transisi Energi Terjadi, Ancaman bagi Pertamina Keuntungan bagi PLN

Suparjo Ramalan · Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:11 WIB
Transisi Energi Terjadi, Ancaman bagi Pertamina Keuntungan bagi PLN

Kementerian BUMN mengingatkan transisi energi akan menjadi ancaman bagi Pertamina namun keuntungan bagi PLN.  (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, saat ini telah terjadi transisi energi fase dua di dunia. Transisi ini akan menjadi ancaman bagi PT Pertamina (Persero), namun jadi keuntungan bagi PT PLN (Persero)

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, perubahan transisi energi ini akan berdampak pada penggunaan energi karbon, yang notabene merupakan sumber dari Bahan Bakar Minyak (BBM). Artinya, transisi ini akan membuat orang tidak lagi menggunakan BBM. 

Perubahan energi akan mempengaruhi income atau pendapatan Pertamina. Budi mencatat, saat ini income yang diperoleh Pertamina sebesar 60 persen- 65 persen yang berasal dari penjualan BBM. Ketika, transisi ini terjadi dipastikan income pertamina akan hilang.

"Teman- teman, tadi kita lihat bahwa transisi sistem energi kedua akan terjadi, orang akan menjauhi energi yang berasal dari karbon, yaitu BBM, dan sudah mulai terlihat. Sekarang sudah terlihat orang muda suka pakai mobil listrik daripada mobil bahan bakar, apa yang terjadi? Artinya 65 persen revenue pertamina akan hilang," ujar Budi, Jakarta, Selasa  (6/10/2020). 

Meski perubahan itu akan mengancam eksistensi bisnis Pertamina, di sisi lain transisi energi fase dua justru menjadi keuntungan bagi PT PLN (Persero). Budi menyebut, peralihan dari penggunaan BBM ke listrik akan membuat income Pertamina beralih ke PLN.

"Income Pertamina akan hilang, dan pindah ke mana? Pindah ke PLN, karena berubah jadi mobil listrik," katanya

Perubahan itu tidak akan langsung terjadi secara mendadak atau 100 persen. Terjadi berangsur-angsur hingga 20-30 tahun ke depan. Perusahan akan berubah, bahkan mati karena tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada. 

"Sistem energi dunia baik itu abad 100-an tahun yang lalu atau sekarang, akan ada perusahaan yang bangun, tumbuh dan menjadi hebat. Ada perusahaan tua yang tidak berubah dan mati. Bahkan, ada bangsa yang tumbuh dan menguasai teknologi dan menjadi besar, ada bangsa yang tadinya menguasai dunia kemudian jadi mundur dan terbelakang," ujarnya. 

Editor : Dani Dahwilani