Turki Temukan Cadangan Gas Alam di Laut Hitam

Djairan ยท Jumat, 21 Agustus 2020 - 21:01 WIB
Turki Temukan Cadangan Gas Alam di Laut Hitam

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

ISTANBUL, iNews.id - Turki menemukan cadangan sumber energi baru di Laut Hitam. Energi tersebut kemungkinan besar gas alam meski belum diketahui jumlah, kedalaman, dan tingkat kesulitan untuk mengeksploitasinya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengisyaratkan akan ada kabar bagus bagi masyarakat Turki. Dia juga berjanji untuk mengeksplorasi lebih jauh hingga Perairan Mediterania yang masih diperselisihkan dengan Uni Eropa.

Kabar penemuan tersebut disambut positif investor. Mata uang Lira menguat lawan dolar AS hingga 1,2 persen. Borsa Istanbul 100 Index naik sekitar 3 persen setelah pernyataan Erdogan. Saham perusahaan energi seperti Turkiye Patrol Rafinerileri AS dan Petkim Petrokimya Holding AS naik masing-masing 7,6 persen dan 9,9 persen.

Menteri Energi, Fatih Donmez pada bulan lalu mengatakan, kapal Fatih memulai eksplorasi di area yang disebut Tuna-1, dekat kota Eregli.

"Ada penemuan gas alam di Laut Hitam, namun skalanya cukup terbatas. Mengingat impor energi mencapai 35-50 miliar dolar AS per tahun, Turki membutuhkan sesuatu yang lebih besar untuk mengubah keadaan," kata Timothy Ash, strategist dari BlueBay Asset Management, dikutip dari Aljazeera, Jumat (21/8/2020).

Perekonomian Turki di tengah pandemi Covid-19 sangat tertekan. Mata uang Lira jatuh ke level terendah terhadap dolar AS. Sementara bank sentral memilih pengetatan moneter secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari perubahan suku bunga yang memancing kritik Erdogan.

Area Tuna-1 diketahui berada sekitar 150 kilometer dari pesisir Turki yang berbatasan dengan Bulgaria. Wilayah itu juga tak jauh dari Blok Neptun di Romania yang ditemukan cadangan gas jumbo sekitar delapan tahun lalu oleh Exxon dan Petrom.

Wilayah ini dikenal kaya akan gas. Banyak perusahaan yang rajin mengeksplorasi kawasan tersebut, termasuk Rosneft, perusahaan asal Rusia, yang belum menunjukkan hasil hingga saat ini.

"Saya tidak terlalu terkejut dengan penemuan (gas alam) di sana. Bulgaria, Ukraina, Yunani mungkin akan tertarik untuk membeli gas itu jika Turki mengekspornya," kata Managing Director Merkel Energy, Christoph Merkel.

Editor : Rahmat Fiansyah