Uni Eropa Jatuhkan Tarif Impor Tambahan 8-18 Persen untuk Biodiesel Indonesia

Rahmat Fiansyah · Selasa, 13 Agustus 2019 - 22:44 WIB
Uni Eropa Jatuhkan Tarif Impor Tambahan 8-18 Persen untuk Biodiesel Indonesia

Biodiesel berbasis CPO. (Foto: Ist)

BRUSSELS, iNews.id - Uni Eropa resmi menerapkan tarif impor tambahan bagi biodiesel asal Indonesia. Penerapan tarif itu dilakukan dengan dalih untuk menciptakan kesetaraan bisnis (level of playing field) dengan produsen biodiesel Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Jancker menyatakan, tarif yang ditetapkan dalam kisaran 8-18 persen itu masih bersifat sementara. Kendati demikian, ada kemungkinan tarif itu berlaku permanen pada akhir tahun ini.

"Hasil penyelidikan komisi menemukan bahwa produsen biodiesel Indonesia diuntungkan dari hibah, keringanan pajak, dan akses bahan baku di bawah harga pasar," kata Jancker, dilansir AFP, Selasa (13/8/2019).

BACA JUGA:

Biodiesel Digenjot, Menko Luhut Prediksi Harga CPO Melesat

Presiden Jokowi Ingin B50 Bisa Diterapkan pada Akhir 2020

Penyelidikan yang dilakukan Komisi Eropa fokus meneliti kemungkinan adanya subsidi dalam produksi biodiesel asal Indonesia. Menurut Komisi Eropa, insentif yang diberikan pemerintah RI kepada produsen biodiesel merugikan Eropa, terutama para produsen biodiesel dari Benua Biru itu.

Pasar biodiesel di Eropa saat ini diperkirakan mencapai 9 miliar euro. Dari jumlah itu, hanya 4 persen atau 400 juta euro di antaranya dikuasai biodiesel asal Indonesia.

Biodiesel RI yang berbasis minyak kelapa sawit (CPO) selama ini dikenal digunakan sebagai minyak goreng dan bahan utama untuk beragam produk mulai dari makanan hingga kosmetik.


Editor : Rahmat Fiansyah