Upah Karyawan Dipotong, Coca Cola-KFC Naikkan Gaji CEO saat Pandemi

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 12 Mei 2021 - 18:08:00 WIB
Upah Karyawan Dipotong, Coca Cola-KFC Naikkan Gaji CEO saat Pandemi
Ilustrasi dolar AS

NEW YORK, iNews.id - Sejumlah perusahaan besar memangkas upah karyawannya selama pandemi Covid-19. Namun di saat yang sama, perusahaan tersebut justru menaikkan gaji CEO-nya. 

Laporan dari Institute for Policy Studies menemukan 51 dari 100 perusahaan blue chip di Indeks S&P 500 yang melakukan kebijakan tersebut, di antaranya produsen minuman ringan Coca Cola Co, operator kapal pesiar Carnival Corp, dan perusahaan pengelola jaringan makanan cepat saji KFC, Yum Brands Inc. 

Mengutip Reuters, mereka memangkas gaji karyawannya sebesar 2 persen pada tahun lalu dari tahun sebelumnya menjadi rata-rata 28.187 dolar Amerika Serikat (AS). Sementara gaji CEO dinaikkan sebesar 29 persen menjadi rata-rata 15,3 juta dolar AS. 

Laporan itu juga menemukan, perusahaan menurunkan target kinerja, memberikan bonus retensi, dan mengubah bonus saham berbasis kinerja menjadi hibah saham berbasis masa kerja. 

Hal tersebut membuat investor menolak rencana kenaikan gaji dan kompensasi CEO dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan perusahaan. Bahkan lebih banyak perusahan yang menolak rencana itu pada tahun ini dibanding tahun lalu. 

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Carnival Corp mengatakan bahwa CEO mereka, Arnold Donald tidak mendapatkan bonus tunai, bahkan kompensasinya turun 29 persen pada tahun lalu dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan juru bicara Coca Cola mengatakan bahwa sekitar 1.000 karyawan menerima bonus saham khusus, tidak cuma CEO mereka. 

Adapun manajemen Yum Brands menyatakan, kenaikan kompensasi untuk CEO mereka, David Gibbs sudah tepat. Hal ini mengingat Gibbs dan direktur lainnya sudah membantu menstabilkan bisnis dan berhasil keluar dari tekanan di tengah pandemi. 

Dalam pernyataannya, Yum Brands mengatakan bahwa Gibbs justru memberikan gaji pokoknya untuk bonus 1.200 manajer perusahaan. Yum Brands juga memberikan bonus khusus kepada pekerjanya secara global.

Salah satu penulis laporan, Sarah Anderson mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengandalkan manajemen perusahaan untuk memperbaiki masalah kompensasi CEO yang berlebihan. Namun dia berharap supaya perusahaan yang CEO-nya memiliki gaji tinggi dibanding rata-rata upah karyawan harus dikenakan pajak lebih besar. Adapun rasio gaji CEO terhadap rata-rata upah karyawan pada 51 perusahaan tersebut adalah 830:1.  

Editor : Jujuk Ernawati