Usai Dipakai di KTT G20, 53 Bus Listrik Bakal Jadi Transportasi Publik di Bandung dan Surabaya

Suparjo Ramalan · Rabu, 31 Agustus 2022 - 18:31:00 WIB
Usai Dipakai di KTT G20, 53 Bus Listrik Bakal Jadi Transportasi Publik di Bandung dan Surabaya
Ilustrasi bus listrik. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian BUMN memastikan 53 bus listrik E-Inobus yang digunakan di KTT G20 di Bali pada November 2022 akan dialihkan menjadi transportasi publik di Bandung dan Surabaya. Pengoperasian itu, seusai ke-53 bus listrik E-Inobus digunakan di KTT G20.

Saat ini, pengadaan 53 unit bus listrik E-Inobus masih digodok pemerintah melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Term Sheet Fasilitas pembiayaan antara INKA dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA. Nantinya, bus listrik itu diproduksi oleh INKA. 

"Kementerian BUMN mendukung sinergi antara PPA dan PT INKA untuk penyediaan 53 unit bus listrik E-Inobus di KTT G20 Bali 2022, dan setelahnya akan dioperasikan sebagai transportasi publik di Bandung dan Surabaya," ungkap Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko, di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Kehadiran E-Inobus di perhelatan G20, lanjut Tiko, diharapkan menjadi momentum kebangkitan manufaktur Indonesia serta menunjukkan kepemimpinan dan aksi nyata Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.

E-Inobus akan mendukung mobilitas para peserta selama Presidensi G20 Indonesia berlangsung. Bus listrik ini juga turut mendukung program pemerintah untuk menggunakan transportasi hijau guna mengurangi emisi gas buang dan mengatasi perubahan iklim.

Selain penggunaan bahan bakar yang lebih efisien hingga 58 persen dibandingkan bus diesel, Tiko memastikan pemeliharaan bus listrik juga lebih mudah, hingga 49 persen. Tidak hanya itu, produksi bus listrik INKA  diharapkan dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Dalam kesempatan ini, kita melihat peningkatan TKDN dari 43 persen menjadi 75 persen dengan baterai buatan lokal, dan kemungkinan pembangunan ekosistem pendukung untuk gardan, dinamo, steering, shock absorber dan lain-lain dengan melibatkan ekosistem manufaktur swasta nasional,” kata Tiko. 

Sementara Direktur Utama PPA, Yadi Jaya Ruchandi mengatakan sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mengoptimalisasi nilai ekosistem BUMN, PPA mendukung kebangkitan dan transformasi industri manufaktur Indonesia berbasis electric vehicle (EV). 

"Salah satu dukungan yang kami berikan adalah komitmen pemberian fasilitas pendanaan kepada PT INKA untuk memproduksi bus listrik yang akan dipergunakan dalam KTT G20 Bali 2022 dan nantinya akan menjadi moda transportasi ramah lingkungan untuk masyarakat Indonesia," ungkap Yadi. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda